Sembelih 8 Ekor Lembu, Bunda Indah : Semoga Cobaan Mendera bangsa ini segera berakhir

185

Medan I Sumut24.co
Tokoh Wanita Nasional Hj Bunda Indah sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Indonesia di era pandemic Covid 19, yang saat ini terpaksa harus kesulitan mencari nafkah. Begitupun, Bunda yakin, dengan kebesaran Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, segala cobaan yang sedang mendera bangsa ini akan segera berakhir.

Hal itu disampaikan Hj Bunda Indah yang juga Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Indonesia, didampingi Bendahara Hj Ratnawati, Penasehat H Budiansyah, Ketua RKLA Sumut, Ir Soefinur Restu Nasution (Pipin) dan istrinya Ny Laura, dan segenap anggota Majelis Taklim Halimah Sumut dan udangan lainnya pada acara penyembelihan hewan kurban, di Jalan Seroja Medan, Selasa-Rabu (20-21/7).

Bunda merasakan penderitaan dan jeritan masyarakat, bukan saja di Sumut tetapi hampir seluruh daerah yang dikunjunginya. Tapi mau bagaimanalah, kita harus sabar dan ikhlas menerima cobaan ini sebagai sebuah teguran agar kita lebih bertaqwa, bersyukur atas segala nikmat yang kita peroleh selama ini.

Karena itu, momen Idul Adha 2021 ini sangat tepat menjadi sarana bagi siapa saja yang berkemampuan untuk mengurbankan sebagian rezekinya untuk orang yang kurang mampu.

Alhamdulillah, saya turun ke Sumut untuk berkurban bersama-sama tokoh-tokoh kita, ada 8 ekor lembu, dibagi kepada 1.200 penerima. Kita juga menambahkan uang bumbu kepada warga penerima daging kurban, bahkan sebagian kita beri ongkos pulang. Jadi, kita ingin mereka datang dan pulang dengan senyuman,” kata Bunda.

Bunda juga berterima kasih kepada pekurban antara lain bapak Kabareskrim Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto SH MH yang setiap tahun ikut berkurban bersama kita. Demikian juga bapak Kapoldasu, dari PT Aroma Jon Suardi, Ketua RLKA Sumut, Penasehat bapak Budiansyah. Semoga amal ibadah ini mendapat ganjaran pahala berlipat ganda.

Bunda mengajak seluruh elemen bangsa yang memiliki kemampuan membantu sesama anak bangsa, datanglah, sentuhlah mereka, tolonglah buat kerjasama dalam bentuk kasih sayang, saling mengerti, menyayangi dan saling bantu. Kita tidak akan pernah rugi untuk bersedekah. Saya sering menangis melihat rintihan dan ketakutan rakyat, bantulah jika kita mampu,” ujar Bunda.

Kepada masyarakat, Bunda juga berharap masyarakat tidak perlu ketakutan, berdoalah dari rumah, seraya berintrospeksi diri, sucikan hati, boleh jadi teguran Allah ini untuk membentuk pribadi yang lebih bertawaqal.

Kita tidak perlu saling menyalahkan, Presiden Jokowi pun sangat tidak menginginkan penderitaan rakyat terus terjadi. Jadi, janganlah ambisi, nafsu saling menjelekkkan, caci maki, dan menjatuhkan antara satu dengan lainnya.

Lebih baik mengumpulkan banyak amal ketimbang harta, karena amal akan kita bawa bersama kematian, sedangkan harta yang kita kumpulkan akan menjadi rebutan setelah kita mati.

Sebaiknya bersedekahlah dengan hartamu, salah satunya dengan berkurban. Bayangkan saja kalau hewan saja rela disembelih untuk kurban, kenapa kita tidak mau mengurbankan harta kita untuk membantu sesama. Bukankah sebaik baik umat adalah individu yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Bunda Indah.

Begitu juga tuntunan Islam yang disampaikan Rasulullah Ibrahim AS dan anaknya Ismail AS, yang memperlihatkan kepada kita begitu besarnya kecintaan mereka kepada Allah dengan berkurban, hendaknya menjadi wahana bagi kita untuk meningkatkan ketaqwaan, kesetian kepada bangsa, berdoa untuk keadaan kita agar kembali normal serta selalu mematuhi protokol kesehatan. (rel)