‘Sedulur Selawase’ Forum Gerak Bersama Paguyuban Jawa Lestarikan Budaya dan Ekonomi

122

Medan, Sumut24.co
Belasan Paguyuban Jawa di Sumatera Utara bersepakat menjadikan “Sedulur Selawase” sebagai forum guyub untuk bergerak bersama-sama di bidang sosial, ekonomi, lingkungan dan pelestarian budaya Jawa. Demikian rangkuman dari urun-rembug lanjutan tokoh Jawa di Medan, kemarin malam di kediaman H. Suhardi, SE., pemilik Aroma Bakery.

Advertisement

Melalui “Sedulur Selawase”, berbagai kegiatan yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat warga Jawa tidak lagi dilaksanakan secara sporadis dan terkelompok dalam lingkup masing-masing paguyuban.

“Akan dilakukan secara bersama-sama secara simultan dan sistemik,” ujar Letkol (Purn) Oliv Sujali, sesepuh warga Jawa di Medan.

Dalam urun rembug ini, selain tuan rumah H. Suhardi dan Pak Oliv, juga dihadiri antara lain oleh Choking Susilo Sakeh, H. Rianto Ahgly alias Anto Genk, Ruslan Pendawa, H. Suherdi Pujakesuma, Mas Eko Sopianto, H. Husni, Aulia Andri, Benny Subarjo dan beberapa lainnya.

Menurut Mas Benny yang didapuk sebagai Sekjen Sedulur Selawase, diharapkan bentuk formal dan azas legalitas forum Sedulur Selawase dapat diselesaikan pada Februari ini. Dalam forum ini, semua pimpinan paguyuban Jawa yang ada, otomatis menjadi presidium Sedulur Selawase.

Pada minggu pertama Maret 2020, direncanakan akan digelar perhelatan “Kenduri Budaya Sedulur Selawase” Kota Medan. Selain menjadi ajang pagelaran beragam seni budaya Jawa yang ada di Medan, “Acara ini diharapkan menjadi ajang silaturahim dan guyub para warga Jawa di Kota Medan,” jelas Mas Benny Subarjo.

Sedangkan target utama dari forum Sedulur Selawase, ujar Mas Benny, adalah meningatkan harkat martabat warga Jawa melalui aktivitas sosial, politik, budaya, ekonomi dan lingkungan hidup.rel

“Semua kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh paguyuban Jawa yang ada, serta melibatkan semua elemen Jawa.” (red)

Loading...