Sandiaga Uno Resmikan Keris Desa Aeng Tong-Tong Akan Dijadikan Souvenir di Perhelatan KTT G20

Sumenep I Sumut24.co
Kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur disambut baik masyarakat. Menparekraf juga disuguhkan dengan pertunjukan gamelan kreasi sejumlah pelajar.

Setibanya di Kabupaten Sumenep, Menparekraf Sandi Salahuddin Uno atau Sandi Uno langsung menuju Taman Tajamara. Dia sudah ditunggu untuk meresmikan Halal HUB dan Rumah Kemasan produk UMKM unggulan Kabupaten Sumenep.

Di Taman Tajamara, selain meresmikan Halal Hub dan Rumah Kemasan Sandi Uno juga memantau produk UMKM unggulan Kabupaten Sumenep. Diantaranya ada kerajinan batik, seni ukir Karduluk, dan sejumlah camilan khas lokal ujung timur Madura.

Selain itu, Sandiaga Salahuddin Uno juga melakukan kunjungan atau visitasi ke Desa Wisata Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Kunjungan tersebut memunculkan wacana menjadikan Keris yang merupakan ikon dari Kabupaten Sumenep sebagai salah satu souvenir dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali.

Menanggapi hal itu, Mohamad Iksan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menjelaskan awal mula salah satu kerajinan tangan khas Sumenep ini bisa menjadi salah satu pilihan souvenir di perhelatan KTT G20 mendatang.

“Desa Aeng Tong-tong itu masuk ke dalam 50 besar Nasional sebagai desas calon penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Salah satunya karena Desa Aeng Tong-tong merupakan Desa penghasil keris di Sumenep. Empunya saja ada 900 orang, mungkin hal ini juga yang menjadi perhatian Pak Menteri(red),” ungkapnya, (25/05/2022).

Ia juga menyampaikan pihaknya akan siap untuk menyediakan keris sesuai dengan kebutuhan kegiatan KTT G20 dan meminta waktu 20 hari sampai 1 bulan untuk proses pembuatan. Jumlah keris akan disesuaikan dengan jumlah negara dan delegasi yang hadir.

“Tentunya ini menjadi sebuah kehormatan, karena kerisnya bisa dikenal dikalangan Internasional,” urainya.

Dia berharap tidak hanya keris yang maju menjadi souvenir, tapi kerajinan dan kuliner lainnya juga bisa dikenal secara luas sehingga bisa membangkitkan ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Selain itu kami juga diminta untuk membentuk Komite Ekonomi Kreatif yang bertugas memberikan bimbingan dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.red2/