Sambut Hardiknas, Disdik T Tinggi Gelar Seminar Nasional

TEBINGTINGGI | SUMUT24

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2016, Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar Seminar Nasional dengan menghadirkan nara sumber Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM Wali Kota Tebigntinggi dan Prof Dr Syawal Gultom MPd (Rektor Unimed),Senin (11/4) di gedung Balai Kartini Jalan Imam Bonjol Tebingtinggi.

Seminar Nasional itu dipimpin langsung moderator Kadisdik Drs H Pardamean Siregar MAP dan dihadiri Pimpinan DPRD Muhammad Hazly Azhari Hasibuan MSc, para dosen dan Dekan Unimed, Ketua Dewan Pendidikan Tebingtinggi Drs Abdul Khalik MAP M Ikom, Kepala Sekolah mulai tingkat SD,SMP,SMA dan SMK baik negeri maupun swasta se Kota Tebigntinggi serta ratusan para guru dan undangan lainnya.

Wali Kota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan selaku nara sumber dalam makalahnya bertajuk “Dampak Implementasi UU No.23 Tahun 2014 Bidang Pendidikan” .Dalam seminar itu, Umar Zunaidi menilai bahwa pemerintah pusat tampaknya belakang ini sedang berupaya melakukan resentralisasi. Seperti urusan-urusan yang selama ini telah diserahkan kepada daerah (provinsi dan kabupaten/kota) secara perlahan satu persatu mulai diambil kembali.

Dicontohkannya,Disduk Capil,Kesbanglinmas,PPPAKB ditarik ke pusat dan SMA serta SMK ditarik pemerintah propinsi,”Padahal, langkah demikian akan menimbulkan berbagai permasalahan pelik dalam pelaksanaannya,” papar Umar Zunaidi.

Dikatakan Umar Zunaidi,dengan pengalihan wewenang itu dari selama ini dilakukan pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, maka ada banyak persoalan yang mengiringinya.Salah satu persoalan krusial terkait pengalihan itu, adalah soal aset. Bertahun-tahun pemerintah kabupaten/kota melakukan pembangunan kuantitas maupun kualitas sekolah, sehingga tentu saja tidak mudah jika kabupaten/kota harus menyerahkan asetnya begitu saja kepada provinsi.

“Belum lagi soal tenaga honor yang selama ini sudah mengabdi di berbagai sekolah, bagaimana nasib mereka ke depan setelah pengalihan itu.Kegalauan kabupaten /kota ini yang kemudian memunculkan judicial review terhadap UU itu oleh berbagai kabupaten/kota ke MK,” ungkap Umar Zunaidi
.
Sememtara itu, Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom dalam topik paparannya bertajuk “ Membangun Tebingtinggi Melalui Pendidikan”. Orang nomor satu di Unimed itu mengaku risau, bahwa selama ini persoalan pendidikan di negeri ini kian meningkatnya orang terdidik, namun moralitas masyarakat semakin terpuruk. “Pendidikan kita semakin baik, tapi peradaban justru terus menurun dan terpuruk,” cetus Syawal Gultom.

Pakar pendidikan itu, menyarankan agar dunia pendidikan Kota Tebingtinggi melakukan berbagai langkah dalam upaya membangun pendidikan yang berkarakter di masa mendatang, dengan memenuhi berbagai persyaratan untuk itu. “Korea dan Jepang menganut sistem pendidikan yang radikal, mereka berhasil. Tapi Islandia menganut sistem pendidikan moderat mereka juga berhasil. Kuncinya dalam membangun pendidikan adalah konsistensi terhadap satu sistem,” tandas Rektor Unimed,Syawal Gultom di hadapan ratusan tenaga didik Kota Tebingtinggui yang mengikuti seminar nasional itu.(tav)