Ruko Hangus Terbakar Bayi 1 Tahun Tewas

831

MEDAN|SUMUT24
Kebakaran yang melanda ruko berlantai dua di Jalan Bandar Baru II, No 3 D, Kelurahan Sidodadi Kecamatan Medan Timur, Kamis (31/3) pagi, berujung maut.

Pasalnya, seorang bayi berusia satu tahun tewas meregang nyawa. Anak pasangan suami istri Jimi dan Lilis itu diduga kuat meninggal lantaran menghirup asap kebakaran.

Lurah Sidodadi, M Asri ketika dijumpai di lokasi kejadian mengaku belum mengetahui persis penyebab kebakaran ini.

“Saya sendiri belum tahu pasti apa penyebabnya. Tapi, kebakaran sekitar jam sembilan,” katanya.

Menurut Asri, saat peristiwa terjadi, api menyambar tempat tidur bayi. Diduga karena kepulan asap, bayi itu meninggal saat diperjalanan menuju rumah sakit.

“Saya enggak tau pasti siapa nama bayinya. Inilah, masih mencari datanya,” kata Asri.

Di lokasi kejadi, petugas identifikasi Polresta Medan masih melakukan pemeriksaan. Sejumlah keluarga korban tampak berkumpul di depan ruko bercat putih tersebut.

Sementara Saat kebakaran melanda ruko berlantai dua ternyata di dalam kamar ruko itu ada seorang bayi laki-laki berusia setahun bernama Hwa Cai alias Patrick.

Bayi itu diketahui tengah berada di dalam boks bayi yang juga ikut terbakar.

“Kemungkinan bayi itu sedang tidur,” kata Kapolsek Medan Timur Kompol Bernard L Malau.

Saat kebakaran, kakek dan nenek si bayi, serta baby sitter (pengasuh bayi) tengah berada di lantai I ruko itu. Si nenek diduga sempat berupaya menyelamatkan cucunya, dia mengalami luka bakar di tangan.

Hwa Cai yang mengalami luka bakar parah sempat dilarikan ke RSUD Pirngadi Medan. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Pemadam kebakaran segera datang. Api pun cepat dipadamkan karena yang terbakar hanya lantai II.

Bernard mengatakan, dugaan sementara kebakaran terjadi karena korsleting dari human error. “Barang buktinya kami amankan, yaitu sisa tempat tidur ayunannya,” katanya.

Polisi juga masih memeriksa saksi-saksi dalam peristiwa itu, termasuk nenek korban Sudjanti Halim (67) dan kakeknya Aji Wibowo (74). “Kasusnya masih kita selidiki,” ucap Bernard. (RC)

Loading...