RTH 30 PERSEN MENJADI PR BAGI BOBBY NASUTION

Medan I Sumut24.co

Menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30 Persen di Kota Medan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Bobby Afif Nasution sebagai Walikota Medan.

Demikian dikemukakan, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Tabagsel, Marwan Ashari Harahap didampingi Sekretaris Umum, Mhd. Sulyan Pulungan, M.Pd dan pengurus lainnya kepada wartawan, Senin (25/7) di Medan.

Menurut Marwan Ashari Harahap yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Hayati Indonesia, luas RTH Kota Medan saat ini sangat minim, baru sekitaran 5 Persen dari luas wilayah kota Medan 265.10 KM2 (kubik). Dimana seharusnya menurut Undang-Undang Nomor : 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang ,Proforsi RTH untuk wilayah Kota adalah seluas 30 Persen. Jadi ini adalah kewajiban sekaligus PR bagi Walikota Medan. Ujarnya.

Menurut Marwan Harahap selaku penggiat lingkungan ini menurutnya, Penduduk Kota Medan saat ini menaruh harapan besar bagi Bobby Nasution untuk mewujudkan RTH 30 Persen di Kota Medan, selain beliau punya kapasitas dan koneksi kuat ke Pemerintah pusat juga konsern terhadap pengendalian banjir dan Penutupan kawasan Merdeka Walk untuk dikembalikan fungsinya sebagai Kawasan Publik dan RTH sebagai resapan air.

“Program pengendalian banjir Kota Medan, tidak cukup hanya dilakukan dengan Revitalisasi Drainase atau parit saja, namun harus dibarengi dengan perubahan konsep penbangunan yang ekologis
lebih ramah lingkungan. Seperti pembangunan trotoar jalan dan pulau jalan, selama ini cenderung melakukan penutupan dan pembetonan dan pengkramikan sehingga air tidak bisa meresap kedalam tanah. Jadi air akan tergenang dan laju air hujan semakin cepat menjadi penyebab banjir. Semestinya ada alternatif lain yang konsepnya memanfaatkan-menanen air hujan (Rain Harvesting Water) ,

Menurut Marwan Harahap yang memiliki pengalaman lama sebagai penilai Kota Adipura ini, mengatakan, langkah Pemko Medan yang saat ini tengah getol untuk mengendalikan banjir, hendaknya diikuti dengan menambah dan memperbanyak daerah resapan air, berupa pembuatan taman-taman disetiap Kelurahan dan lingkungan, juga diteruskan disetiap komplek perumahan maupun kawasan industri dan super market dan pertokoan sebagai kewajiban developer dan pengusaha. Menambah kerapatan tajuk pohon dan tanaman hias- bunga baik diarea publik, seperti sekolah, perkantoran,Sarana transfortasi, setiap fasilitas kesehatan, di pulau jalan dan pinggir jalan, dipinggiran Salter Situ, sungai dan danau, juga dikawasan TPA, terutama yang sudah ditutup bisa dinormalisasi kan dan dirubah peruntukannya menjadi RTH. Sedangkan di area privat , khususnya di pekarangan dan lahan milik masyarakatI, ntinya keberhasilannya, sangat ditentukan dengan melibatkan semua stakeholder yang didalamnya harus ada peran serta masyaraka, artinya sesuai konsep kolaborasi. Ujarnya menjelaskan.

Menurut Marwan Ashari Harahap, Kenapa RTH ini sangat dibutuhkan, mengingat Pembangunan kota nedan saat ini sangat pesat, ditandai dengan bangunan dan gedung menjulang tinggi, tingkat kepadatan enduduk dan kemacetan dan polusi dan emisi yang terus meningkat. Selain itu tentunya RTH ini untuk menjamin keseimbangan ekosistem dalam kota, keseimbangan hidrologi, iklim mikro maupun aspek ekologis lainnya.ujarnya.

Pada kesempatan itu, Marwan Harahao, mengatakan, pihaknya bersama Pemuda Tabagsel siap berkolaborasi dan bekerjasama dalam mendukung Program Bobby Nasution,, terutama dalam mewujudkan dan memotivasi masyarakat untuk menambah RTH, pemilahan dan pengolahan sampah agar banjir di kota Medan dapat dientaskan dan program- Progam Pemko Medan lainnya.ujarnya menutup.red2