Rijal Sirait Sosialisasikan 4 Wawasan Kebangsaan

PERBAUNGAN | SUMUT24
Drs. H. Rijal Sirait selaku anggota DPD/MPR-RI periode 2014-2019 asal Sumatera Utara mengadakan kegiatan sosialisasi 4 Wawasan Kebangsaan bertempat
di Madrasah Aliyah Swasta Al Washliyah 12 Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai yang diikuti oleh siswa-siswi dan para guru, Sabtu (3/6).

“Sosialisasi 4 Wawasan Kebangsaan ini harus dilakukan tanpa adanya kepentingan politik tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara,” sebut Anggota DPD/MPR-RI Drs. H. Rijal Sirait

Rijal mengingatkan bahwa seluruh masyarakat dalam upaya mencintai bangsa dan negara harus mengamalkan nilai-nilai dari 4 Wawasan Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Dia meminta para pemimpin lokal untuk bekerja sama agar dapat menanamkan 4 Wawasan Kebangsaan tersebut di kalangan remaja yang akhir-akhir ini sudah semakin luntur sehingga akan mengikis pengaruh dari budaya asing yang dapat merusak moral remaja sebagai generasi penerus bangsa, Itu sebabnya ia menghimbau agar MPR RI dapat terus mensosialisasikan 4 Wawasan Kebangsaan ini di kalangan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber Ir. H. Aliman Saragih, M.Si menyampaikan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus dipahami menunjuk pada asas, pondamen atau pangkal tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya,di luar dari nilai-nilai Pancasila, tidak diakui sebagai dasar, layaknya pengingkaran terhadap nilai Ketuhanan, penistaan agama sebagai keyakinan setiap pemeluk agama, prinsip keadilan dan kesejahteraan yang tidak memaksakan kehendak bagi penghidupan yang layak untuk setiap warga negara. Termasuk tentang pengakuan kemerdekaan berpolitik, dipilih dan memilih dalam sistem perwakilan.

Sedangkan Bapak Alfi Syahri, S.Sos, M.Ikom yang juga sebagai narasumber mengatakan sosialisasi sebagai fungsi informasi tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, “pesan” yang disampaikan penuh khidmat,di dalamya ada keyakinan kebangsaan berdasarkan pada dialog sejarah untuk masa depan Indonesia.

Tidak mencederai nilai kemajemukan sebagai bangsa,dan bahkan menjadi kekuatan bersama dalam perbedaan yang dilindungi melalui konstitusi Negara. Bahkan generasi muda harus diberikan contoh nyata tentang Negara Kesatuan yang utuh.

Menurutnya mentalitas kepemimpinan dan kekuasaan dalam panggung politik sejauh mungkin mampu menjadi perekat, bukti nyata yang dilihat, dibicarakan, dirasakan dan dialami secara sejuk bagi generasi muda Sumatera Utara khususnya dan Indonesia umumnya.

Keraguan terhadap realisasi Pancasila, yang diperkuat dengan UUD 1945 sebagai terjemahan hukum dasar yang meliputi seluruh aspek hukum di Negeri ini dan tidak adanya penghormatan terhadap kemajemukan ber “Bhinneka Tunggl Ika” hanya akan mengantarkan bangsa Indonesia tidak akan mampu menjawab tantangan globalisasi secara eksternal dengan persaingan ideologi.

Kegiatan ini ditutup dengan acara ramah tamah dengan para guru, siswa-siswi yang ada di Madrasah Aliyah Swasta 12 Perbaungan Kab. Serdang Bedagai Sumatera Utara. (W08)