Ribuan Pelari Nasional-Internasional Ramaikan Indonesia Oil Palm Marathon 2019

82
Panitia Indonesia Oil Palm Marathon 2019 diantaranya Kacuk Sumarto, Mustafa Daulay, Timbas Prasad Ginting, John Irwansyah Siregar dan Darma Sucipto berfoto bersama seusai paparan kepada pers, Kamis (10/10). SUMUT24/amru lubis

Medan I SUMUT24.CO

Ribuan pelari lokal dan nasional serta 26 pelari marathon kelas internasional sudah memastikan diri (sudah mendaftar) ikut Indonesia Oil Palm Marathon 2019 atau lomba lari maraton pertama di dunia yang diselenggarakan di tengah kebun sawit (bukan dijalan umum) pada Minggu (13/9/2010) mendatang di Desa Martebing, Kecamatan Bangun Bandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Demikian dikatakan Kacuk Sumarto, Ketua Organizing Comitte Indonesia Oil Palm Marathon 2019 kepada para wartawan di Medan Club, Kamis (10/10).

Lebih lanjut Kacuk Sumarto, Indonesia Oil Palm Marathon 2019, baru pertama sekali digelar di dunia dengan mengambil lokasi start hingga finis di tengah hamparan kebun sawit yang luas atau bukan di jalan umum atau tempat terbuka.

“Akan ada setiap tahunnya lomba serupa dan aka kita tetapkan jadi kalender tahunan. Ini diselenggarakan pertama kali oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dan Gerakan Indonesia Bersih yang digagas Kemenko Maritim. Kegiatan ini disambut antusias oleh para atlet lari dari dalam dan luar negeri,” ujar Kacuk Sumarto didampingi sejumlah panitia seperti Mustafa Daulay (GIMNi), Timbas Prasad Ginting (Sekretaris Gapki Sumut), John Irwansyah Siregar (Ketua Gapki Bengkulu) dan Darma Sucipto (Gapki Sumut).

“Hingga hari ini total peserta 2.127 yang sudah mendaftar. Bahkan tercatat 26 pelari luar negeri yang ikut Indonesia Oil Palm Marathon 2019 ini. Seperti pelari asal Kenya, Jepang, Singapura, Inggris, dan Jerman. Para atlet dari negara-negara terzebut sudah confirm hadir, mungkin nanti menyusul dari negara lainnya,” ujar Kacuk Sumarto.

Selain itu, katanya, ada ribuan atlet marathon dari berbagai provinsi di Indonesia yang menyatakan ikut seperti Medan, Aceh, Palembang, Padang, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Kaltim, Banjarmasin, dan lainnya memastikan ikut.

Pelari terutama dari pulau Jawa yang memiliki banyak komunitas pelari ikut event tersebut. Sebenarnya, ujar Kacuk, pelari dan club lari dari Pulau Jawa khusunya Jakarta banyak yang akan ikut, tapi karena terkendala ongkos pesawat pulang-pergi yang sangat mahal, pelari dari Jawa itu akhinya pikir-pikir untuk datang.

“Ada 15 club pelari maraton di Jakarta dan Bandung yang keluhkan harga tiket pesawat yang mahal ke Pulau Sumatera. Bila saja Indonesia Oil Palm Marathon 2019 digelar Senayan di Jakarta, saya yakin peserta bisa tembus 12 ribu orang,” ujar Kacuk Sumarto

Dalam lomba maraton ini, ada empat kategori yang diperlombakan yakni full marathon, half marathon, 10 K dan 5K. Untuk kategori jarak 5 kilometer (5K), pendaftaran sudah tutup. “Peserta asing ikut kategori full marathon dan half marathon. Sementara untuk yang 5K sudah diketahui yang daftar sampai hari Rabu sebanyak 1.296 peserta. Total hadiah yang diperebutkan adalah Rp 264 juta,” papar Kacuk.

Kacuk menyebutkan, acara Indonesia Oil Palm Marathon 2019 ialah Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BPDPKS Dono Boestami, dan Gubsu Edy Rahmayadi. “Sedang dalam proses konfirmasi dan komunikasi,” ujar Kacuk.

Dalam kesempatan itu, Kacuk Sumarto, Mustafa Daulay, Timbas Prasad Ginting, John Irwansyah Siregar, serta Darma Sucipto mengungkapkan even Indonesia Oil Palm Marathon 2019 bakal diikuti ribuan peserta dan disaksikan puluhan ribu pasang mata yang ingin menyaksikan momen bersejarah tersebut.

“Karena itu, kemungkinan situasi ini akan sedikit menganggu jalur lalulintas dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Karena itu, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, termasuk kepada masyarakat yang akan datang dan pergi ke Desa Martebing, Kecamatan Bangun Bandar, Kabupaten Serdang Bedagai yang menjadi lokasi acara Indonesia Oil Palm Marathon 2019,” ujar Mustafa Daulay.

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan Pak Ucok ini mengatakan, Indonesia Oil Palm 2019 diadakan untuk tujuan mulia, yakni membangun masyarakat Indonesia yang sehat melalui olahraga marathon serta sebagai bagian dari kampanye perkebunan kelapa sawit nasional Indonesia yang sehat dan ramah lingkungan.

“Kita akan buktikan ke mereka-mereka yang selalu memfitnah sawit kita, ini loh pengelolaan sawit kita yang sebenarnya. Sudah lebih dari 100 tahun sawit kita tapi gak pernah ada hal-hal negatif seperti yang dikampanyekan di luar negeri,” ujar Ucok Daulay.

Ditambahkannya, selain lomba maraton, acara lainnya kuliner, fesitival gorengan dari minyak sawit yang diramaikan sebanyak 40 UKM di seputaran Kabupaten Sergai merupakan binaan Socfindo dan Pemda setempat, sekaligus reunian pelaku usaha sawit dan pengurus Gpkindo dari semua daerah.

Sementara itu Timbas Prasad Ginting menambahkan, lokasi lomba lari Indonesia Oil Palm 2019 adalah di perkebunan milik PTPN 3 dan PT Socfindo.

“Sama seperti yang dibilang Pak Ucok Daulay tadi, tanaman kelapa sawit yang dikelola PTON 3 dan PT Socfindo bahkan sudah ada yang masuk ke generasi keempat. Artinya, sudah ada yang melewati atau minimal berusia 100 tahun. Dan sampai saat ini semua berjalan baik-baik saja,” kata Timbas.

John Irwansyah Siregar mengajak masyarakat, pemerintah, swasta, dan pihak lainnya untuk bahu-membahu menyukseskan acara Indonesia Oil Palm Marathon.2019.

“Saya aja yang berdomisili di Provinsi Bengkulu dan mengembangkan kelapa sawit berkelanjutan di sana, mau datang ke acara Indonesia Oil Palm Marathon 2019 dengan tujuan agar acara ini sukses dan bisa membuat mata dunia terbuka terhadap, perkebunan kelapa sawit kita. Mereka harus melihat langsung yang disebut perkebunan kelapa sawit yang sebenarnya seperti apa,” tegas John Irwansyah Siregar. (R03)

===

 

Loading...