Ratusan Juta Anggaran Dana Bumdes Ratu Jaya Diduga Ditelap

94

 

DELISERDANG I SUMUT24.co
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang bernilai ratusan juta untuk pengadaan ayam potong di Desa Ramunia l Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang diduga ditelap,karena dalam pengelolaannya tidak jelas dan tidak transparan sehingga tidak jelas kemana uang rakyat tersebut, ucap Mul dan Rid dirumahnya warga Dusun l dan Il Desa Ramunia l kepada Wartawan, Kamis (16/1/2020).

“Selama ini sebagai warga kami hanya mendapatkan aroma tahi ayamnya aja” ujar Mul. terkait bagi hasil yang dikelola Bumdes sebagai warga belum pernah kami rasakan hasil keuntungannya, bahkan adik saya Marwiyah selaku bendahara (Bumdes Ratu Jaya) telah mengundurkan diri setahun yang lalu, karena muncul ketidak beresan manajemendi lingkaran pengurus Bumdes, ujar Mul.

Padahal sambung Mul, kami sebagai warga sangat keberatan, kerena bau tahi ayam dan hama lalat sangat banyak masuk ke rumah- rumah warga tentu ini akan menimbulkan penyakit, tapi ketika kami protes sebanyak dua kali pihak Bumdes tak pernah menanggapi, bila kami terus protes kami takut justru kami nanti yang di tuduh sebagai provokator, perkara keuntungannya biarlah itu untuk mereka harap Mul dan Rid.

Untuk diketahui, Pendirian BUMDes itu dilandasi oleh UU No. 32 tahun 2004 jo. UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa serta PP No. 72 tahun 2005 tentang Desa. Dalam UU No. 32 tahun 2004 juncto UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pada Pasal 213 ayat (1) sebagaimana dimaksud, “Desa dapat membentuk badan usaha sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa”. Dalam pasal 1 angka 4 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 tahun 2010 tentang Badan Usaha Milik Desa.

BUMDes diartikan maksud berbunyi Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUMDes, adalah usaha desa yang didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Pendirian BUMDes juga didasari oleh UU No.6 tahun 2014 tentang Desa dalam Pasal 87 ayat (1) yang berbunyi, “Desa dapat mengumpulkan Badan Usaha Milik Desa yang disebut BUMDes.” Dan ayat (2) yang berbunyi, “BUMDesa dikelola dengan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan,” dan ayat (3) yang berbunyi, “BUMDesa dapat dijalankan dengan bantuan dibidang ekonomi dan atau layanan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Berdasarkan UU tersebut dan hasil pantauan media Sumut 24 di lapangan Kamis (16/1) di lokasi peternakan ayam potong yang di kelola Bumdes Ratu Jaya desa Ramunia l tepat dibelakang rumah pemukiman warga Dusun l itu, dua bangunan kandang ayam tersebut tidak ada terpampang plant anggarannya.

Justru ketika di konfimasih ke petugas bagian pakan ayam bernama Muhammad Ali Syam, Kamis (16/1) di lokasi kandang, ayam yang berjumlah 4000 ekor di dua kandang ini sudah di kelola PT New Hup baik pakan ternaknya, ayamnya dan perawatan ujar Muhammad Ali Syam warga Beringin yang bekerja dua bulan yang lalu itu.

“Terkait bagaimana sistem perjanjian dengan pihak Bumdes, saya tidak mengerti” terang Ali panggilan akrabnya.

Sementara itu ketika media mencoba menelusuri ketua Bumdes Syahrial warga dusun l menerangkan, Bumdes Ratu Jaya mulai pembangunan pisik tahun 2017 dan mulai beroperasi akhir tahun 2018, dengan anggaran modal senilai Rp 80 juta, mengenai total anggaran mulai dari pembangunan kandang saya kurang jelas ungkap Syahrial.

Namun terkait bagi hasil urai ketua Bumdes ini, 30% untuk Desa, 30% untuk pengurus Bumdes 10% untuk kepala yunit pengawasan dan 30% lagi untuk sosial kemasyarakatan.

Ketika disinggung masyarakat yang mana mendapat bagi hasil dari keuntungan Bumdes Ratu Jaya selama pekerjaannya,” hal itu urusan Kepala Desa, bagaimana membaginya, sedang kami sudah menyerahkan bagi hasilnya, urusan bagi keuntungan ke masyarakat kami tidak mencampurinya lagi, jelas ketua Bumdes ini.

Atas kejanggalan pengolahan sistem keuangan Bumdes Ratu Jaya di desa Ramunia l bernilai ratusan juta tersebut, diminta pihak Dinas inspektorat Deli Serdang jangan tidur, tolong di telusuri ujar warga Dusun ll desa Ramunia l yang enggan di sebut namanya.

Secara terpisah, Kades Ramunia l Muhammad Kudri saat di konfirmasi terkait dana Bumdes, Pak Kades udah pulang, ujar Panji ( kasi pemerintahan desa) begitu juga kaur pembangunannya Syafri baru saja keluar ucap Panji.(Hari’S)

Loading...