Puluhan Warga Sei Belutu Tolak Hasil Pilkades

0
1251

SERGAI | SUMUT24

Puluhan warga yang berasal dari Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban menggelar unjuk rasa (unras), di halaman kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (26/4). Kedatangan warga tersebut meminta Pemkab Sergai untuk membatalkan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilakades) bulan Maret lalu yang dilaksanakan di Desa Sei Belutu.

Aksi unras tersebut dipimpin langsung oleh calon Kades yang kalah yakni Paimin Ambarita, Berlin Manurung, serta Horas Sahat Siahaan.

Dalam orasinya, warga meminta Pemkab Sergai untuk membatalkan hasil penetapan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang menetapkan Amran Sinaga sebagai Kades terpilih.

Penolakan itu dikarenakan Amran Sinaga pernah tersandung hukum masalah korupsi. Hal itu dibuktikan dengan surat keputusan dari Pengadilan Negeri Tebing Tinggi nomor 110/Pid.B/2002/PN-TTD tentang penetapan Amran Sinaga sebagai tersangka kasus korupsi tahun 2002, dan dituntut 1 tahun penjara.

“Kami dari warga Sei Belutu menolak hasil penetapan Pilkades, karena dinilai cacat hukum,” ungkap Horas Sahat Siahaan.

Padahal, menurut Horas, sebelum mengikuti Pilkades, para calon diminta membuat pernyataan bahwa para calon tidak pernah tersangkut hukum, namun kenyataannya Amran Sinaga tetap diloloskan menjadi calon. Hal itu jelas melanggar Perbup nomor 6 tahun 2015 tentang Pilkades.

“Kami minta Bupati Sergai dapat meninjau kembali hasil putusan dan penetapan Amran Sinaga sebagai calon kepala Desa terpilih, karena warga Sei Belutu tidak mau dipimpin oleh mantan Narapidana, yang tersandung masalah korupsi,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Badan Pemberdayaan Masyakat dan Pemerintahan Kelurahan Desa(BPMPD)Sri Rahmayani saat dikonfirmasi mengatakan keputusan belum kita dapat dari hasil pertemuan pihak BPMPD dan warga Desa sei Belutu. “Nanti hasilnya akan kita sampaikan ke pihak kecamatan jadi silahkan saja nanti konfirmasi sama pihak kecamatan, “jelas Sri. (bdi)