PSMS Masih Berpeluang Menang

101

SOLO | SUMUT24

Mission impossible bakal dihadapi PSMS Medan saat melakoni leg kedua semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan Solo, Senin (12/2) besok. Pada leg pertama Sabtu (10/2), Ayam Kinantan kalah telak 1-4.

Dengan begitu, tim asuhan Djadjang Nurjaman harus mengalahkan Persija dengan selisih empat gol. Meski terkesan mustahil atau berat, Djanur dan segenap pemain tidak ingin lempar handuk sebelum pertandingan berakhir.

“Ya, memang kami harus mencetak empat gol. Cukup berat, tapi bukan berarti tidak mungkin. Sudah banyak contohnya terjadi, jadi kami juga optimis mampu berbuat demikian. Yang penting, anak-anak pulih secara mental dan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan,” ujar Djanur saat temu pers, Minggu (11/2).

Kepada wartawan, Djanur mengatakan tidak menggelar latihan tim karena para pemain masih kelelahan dan waktu recovery hanya sehari. Mantan arsitek Persib Bandung ini menambahkan pihaknya lebih fokus pada pemulihan mental Legimin Raharjo cs.

“Pemain masih kelelahan setelah pertandingan kemarin. Karena itu, kami lebih mementingkan pemulihan mental mereka agar tampil rileks dan penuh semangat besok sambil berharap tidak terjadi kesalahan-kesalahan di leg pertama,” kata Djanur lagi.

“Untuk menjaga asa lolos ke final, kami tetap satu tekad bakal berusaha, kerja keras, dan pantang menyerah di leg kedua. Sekali lagi, misi menang cukup berat tapi segala sesuatu masih mungkin terjadi,” tuntas Djanur.

Sebelumnya, PSMS Medan dilumat Persija Jakarta 1-4 dalam laga leg pertama semifinal Piala Presiden 2018. Pelatih PSMS Djajang Nurdjaman mengakui bahwa konsentrasi timnya pecah.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (10/2/2018), PSMS sudah tertinggal 0-3 dari Persija saat laga baru berjalan 15 menit. Gawang tim berjulukan Ayam Kinantan itu dibobol dua kali oleh Marko Simic dan satu kali oleh Jaimerson Silva.

PSMS sempat bangkit jelang babak pertama berakhir lewat gol N’Guessan Yessoh. Namun, di babak kedua PSMS malah kembali kebobolan lagi oleh Simic, yang membuat mereka kalah 1-4.

Di akhir laga, Djajang mengakui bahwa ini adalah hasil yang menyakitkan. Dia juga menjelaskan alasan mengapa timnya bisa kalah dengan skor yang mencolok.

“Kami akui kekalahan yang cukup telak. Selamat untuk Persija. Konsentrasi kami pecah walaupun sempat bangkit. Ini laga dengan tensi tinggi yang selalu bisa bikin konsentrasi pecah,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

“Lini belakang kami salah pengertian. Pemain kami belum konsisten dan labil. Tekanan penonton malah tidak jadi pengaruh,” sambungnya.

“Kami juga kalah pengalaman. Pemain Persija sarat pengalaman. Kami kebobolan dalam kurun waktu 15 menit, itu juga penyebab kami kalah. Konsentrasi hilang,” Djanur menegaskan.

PSMS masih punya kesempatan untuk membalas kekalahan di leg kedua. Kedua tim akan kembali dibertanding di Stadion Manahan pada Senin (12/2/2018). (red)

SHARE