Prihatin Terkait Aksi Unjuk Rasa Massa Jemaat Perduli Gereja HKBP Pabrik Tenun, Ketum DPP LSM PAKAR : Polisi Harus Bertindak Jelas

0
896

MEDAN | SUMUT24. co

Pasca aksi unjuk rasa beberapa kali yang dilakukan oleh massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan, mendapat perhatian Ketua Umum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom.

Menurut Atan, aksi unjuk rasa massa yang juga tercatat sebagai jemaat Gereja Pabrik Tenun dengan berorasi hingga berteriak dan diduga mengeluarkan kata kata hujatan terhadap sesama jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun sama sekali tidak lagi menghargai sesama umat dalam beribadah.

“Sesama umat beragama kita wajib untuk saling menghormati dan saling menghargai dengan apa yang dilakukan oleh jemaat Gereja HKBP yang mengatas namakan Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun melakukan unjuk rasa meminta Pdt Ibu Rumondang br Sitorus yang langsung diangkat/dipilih oleh pimpinan gereja itu sendiri agar angkat kaki dari gereja diduga telah mencoreng tatanan dalam hal saling menghargai dan menghormati sesama umat beragama sangat tidak terpuji,” ucap Atan Antar Gultom, Senin (16/5/2022).

Lanjut diterangkan, Atan Gantar Gultom Ketum DPP LSM PAKAR Indonesia ini, seperti aksi unjuk rasa Forum Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun, Minggu tanggal 15 Mei 2022 pukul 10.00 Wib, berteriak teriak seperti kesetanan dan tidak perduli bahwa tempat itu adalah tempat ibadah.

“Yang lebih ironisnya, bukan rahasia umum lagi jika yang mengkordinir aksi unjuk rasa massa Forum Jemaat Peduli Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan diduga seorang yang mestinya menjadi panutan di gereja tersebut bukan berupaya agar membuat kerusuhan dan suasana gaduh disaat berlangsungnya ibadah,” ujar Atan.

Untuk itu sambung Atan Gantar Gultom, sudah semestinya pihak kepolisian agar sigap untuk mengambil tindakan yang jelas dari aksi massa tersebut yang disinyalir sudah menyalahi aturan dan ketertiban. Karena ada dugaan bahwa massa yang melakoni aksi tersebut di bayar untuk membuat kerusuhan dan ke gaduhan yang di kordinir untuk kepentingan pribadi.

Selain itu juga sambung Ketum DPP LSM PAKAR, seperti aksi massa beberapa waktu lalu yang melakukan aksinya tidak ada mematuhi aturan aksi dan rute serta pemberitahuaan aksi kepada pihak kepolisian dengan semestinya.

Dimana massa aksi begitu ramai hingga mencapai kisaran 300 orang tanpa pengawalan dari pihak kepolisian agar tidak melakukan pengerusakan fasilitas umum dan terjadi penganiayaan terhadap seorang Aktivis LSM PAKAR.

“Tetapi dari pihak kepolisian khususnya Polsek Medan Baru terkesan tidak peduli. Sehingg dalam aksi tersebut terjadi insiden penganiayaan terhadap Aktifis LSM PAKAR yang sedang melakukan peliputan di datangi massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun hingga pada penganiayaan terhadap Erlita Ida br Pandiangan,” terang Atan sembari menjelaskan bahwa kasus pengniayaan dialami Erlita Ida br Pandiangan telah dilaporkan ke Polrestabes Medan berselang 1 (satu) hari setelah peristiwa penganiayaan tanggal 25 April 2022.

Namun sayang hingga sampai saat ini laporan korban (Erlita Ida br Pandiangan) belum ada perkembangan dari pihak kepolisian (Polrestabes Medan). Atas nama lembaga, saya Ketua Umum DPP LSM PAKAR berharap agar para pelaku (massa) penganiayaan untuk segera diproses dan memanggil Kordinator aksi yang secara prosedur bertanggungjawab.

“Maka dalam hal ini kami sangat mengharapkan ketegasan bapak Kapolda Sumut dan Kapolri agar menindak lanjuti kaus laporan penganiayaan dan aksi unjuk rasa dilakuka massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan tidak berimbas kemana mana dan terhindar dari perpecahan. Sehingga ketertiban dalam kerukunan umat beragama di negara kita ini dan proses penindakan hukum berjalan dengan semestinya,” ungkap diharapkan Atan Gantar Gultom.(W02)