PP PERMA Kembali Demo Kejatisu, Minta Periksa Kadisdik Labusel Diduga Korupsi dana BOS 2020

237

 

Medan I Sumut24.co

Pengurus Pusat Pergerakan Mahasiswa Dan Masyarakat Indonesia Maju (PP PERMA) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait adanya dugaan adanya Indikasi kuat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ditubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Rabu, (7/4).

Ketua Umum PP PERMA Dedi (Ucok Sipiongot) mengungkapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja Tahun Anggaran 2020 dengan biaya di tiap Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan biaya anggran per sekolah sebesar Rp. 60.000.000,00 x 77 Sekolah (SD DAN SMP) dengan Jumlah keseluruhan Rp. 4.620.000.000,00-, kami duga tidak efektif di Labuhanbatu Selatan.

Sesuai data yang kami himpun dilapangan bahwa adanya kami temukan kejanggalan terkait realisasi anggaran dana tersebut bahwa Kadis Pendidikan Labusel telah terindikasi kuat melakukan Tindak Pidana Korupsi dan ini banyak kami temukan informasi di Labusel, ujar Dedi

Puluhan mahasiswa tersebut ditanggapi oleh JP. Lumban Batu selaku Bagian Humas Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk yang ketiga kalinya Lumban mengungkapkan “Perma agar segera melakukan penambahan bukti laporan untuk dapat ditindak lanjuti”, tutur Lumban.

Imom dalam orasinya meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memanggil dan memeriksa Kadis Pendidikan Labusel yang kami duga telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja TA. 2020.

Imom juga menyampaikan untuk kiranya penegak hukum di Sumatera Utara segera mengusut tuntas kasus ini dan jangan seolah diam dan kami meminta agar Bapak Kajati mengusut tuntas dugaan Indikasi Tindak Pidana Korupsi di Labusel ini, karena ini bukan lagi aksi pertama ini aksi kami yang ketiga, pungkasnya.(red)