Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, 45 Kg Shabu dan 40 Ribu Butir Ekstadi Serta Keyvitamin Diamankan

97

MEDAN | SUMUT24.co

Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan melalui personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan, berhasil mengungkap kasus peredaran Narkotika jaringan Internasional asal Malaysia-Dumai-Medan.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut membekuk tiga orang tersangka diduga sebagai kurir dan mengamankan barang bukti 45 Kg Narkoba jenis shabu dan 40 ribu butir ekstasi serta 6 Kg keyvitamin.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Narkoba AKBP Raphael Sandi Cahya Priambodo, Rabu (26/12) memaparkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi yang diterima pihaknya pada, Minggu (23/12) lalu tentang adanya proses penyelendupan narkoba melalui Dumai.

“Atas informasi tersebut Polrestabes Medan melalui personel Sat Res Narkoba kemudian menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Dan pada hari, Rabu (24/12), personel kemudian berhasil mengidentifikasi salah satu mobil jenis Toyota Avanza yang dikendarai dua tersangka atas nama Zunaidi dan Aminal,” terang Kombes Pol Dadang.

Saat mobil yang dikendarai kedua tersangka melintas di kawasan Amplas Jalan SM Raja Medan, lanjut Kapolrestabes Medan, personel langsung melakukan penggeledahan. Namun tidak ditemukan barang bukti narkoba yang dibawa kedua tersanga di dalam mobil tersebut.

Lanjut Kapolrestabes Medan, setelah kedua tersangka di interogasi petugas, keduanya mengaku berangkat dari Dumai bersama tersangka lain bernama Aupek yang mengendarai mobil lain jenis Toyota Hilux.

Kemudian, berkat informasi dua tersangka sambung Kombes Pol Dadang, selanjutnya pengembangan yang dilakukan berhasil membekuk tersangka Aupek dengan barang bukti 45 Kg sabu dan 40 ribu butir ekstasi serta 6 Keyvitamin dari dalam mobil yang dikendarai tersangka (Aupek).

“Hasil keterangan dari para tersangka ini barang-barang haram ini rencananya akan diantarkan kepada seorang dengan sebutan Pak Cik di Medan. Pak Cik ini sedang kita buri dan masih didalami identitas, DPO nya juga sudah dikeluarkan,” tegas Kombes Pol Dadang.

Sementara itu Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH yang turut hadir dalam ekspose ungkapan kasus tersebut menyampaikan, pengungkapan kasus tersebut merupakan warning bagi Polda Sumut, karena jelas membuktikan Sumatera Utara tidak hanya menjadi lokasi transit namun juga merupakan pasar besar bisnis narkoba.

“Ini menjadi warning bagi Polda Sumut, karena jelas Sumatera Utara tidak hanya menjadi lokasi transit tapi juga pasar besar bisnis narkoba jaringan internasional. Untuk itu kita sangat berharap agar masyarakat maupun rekan-rekan media untuk berperan serta memberikan informasi mengenai kasus-kasus peredaran narkoba seperti ini,” ujarnya.(W05/W02)

Loading...