Polrestabes Medan Lanjuti Laporan Aktivis LSM PAKAR Korban Penganiayaan Massa Jemaat Perduli Gereja HKBP Pabrik Tenun ke Penyelidikan

0
722

MEDAN | SUMUT24.co

Pasca aksi penganiayaan oleh massa Forum Peduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun Medan terhadap seorang aktivis LSM PAKAR, Erlita Ida br Pandiangan sesuai Laporan Polisi : LP / B / 1381 / IV / 2022 / SPKT / POLRESTABES MEDAN / POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 26 April 2022 telah memasuki proses penyelidikan.

Proses penyelidikan tersebut dilakukan pihak penyidik Polrestabes Medan sesuai No : B / 3452 / V / RES. 1.6 / 2022 / Reskrim hari Selasa 17 Mei 2022 terkait Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan yang ditangani Kanit Pidum AKP Mhd Reza SIK dan Penyidik Pembantu Briptu Alone Angga Panjaitan.

Korban (Erlita Ida br Pandiangan) saat ditemui wartawan usai menjalani proses pemeriksaan keterangan bersama saksi saksi dalam keterangan konfrensi perss nya, Selasa (17/5/2022) sore didampingi Ketum DPP LSM PAKAR, Atan Gantar Gultom dan Ketua DPW LSM PAKAR Sumut, Ir. Linceria Nainggolan serta Sekum DPW LSM PAKAR Sumut, Roy Gultom mengucapkan terimakasih.

“Walau proses perkembangan laporan yang kini sudah memasuki pada proses penyelidikan hingga berjalan 3 (Minggu) saya mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian khususnya Polrestabes Medan dan Ketum DPP LSM PAKAR juga Ketua DPW LSM PAKAR Sumut yang terus memberikan suport serta tetap mendampingi saya dalam kasus penganiyaan yang saya alami,” ujar Erlita.

Jadi sambung Erlita, ia berharap agar pihak Kepolisian (Polrestabes Medan) untuk benar benar menjalankan tugas pokok dan fungsi (tufoksi) Polri sebagai, Pelayan, Pelindung dan Pengayom.

“Untuk kasus saya ini, saya berharap agar oknum massa unjuk rasa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun dan Kordintot aksi segera diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini,” terang Erlita.

Sementar, Ketum DPP LSM PAKAR, Atan Gantar Gultom yang dimintai komentar dan tanggapan terkait aksi demo massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun mengecam aksi tersebut.

“Saya sangat mengecam keras aksi
demo massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun yang terkesan tidak menghargai / menghormati, bahkan terkesan tidak manusiawi. Sebab, massa pendemo tidak lagi menjaga kerukunan sesama umat beragama,” ungkap Atan.

Masih Atan Gantar Gultom, apalagi aksi demo tersebut terkesan untuk kepentingan kelompok tertentu. Dimana orasi para pendemo yang mengeluarkan kata hujatan makian terhadap Pdt Ibu Rumondang br Sitorus dan pengurus Gereja HKBP Pabrik Tenun yang sangat tidak layak diucapkan yang dapat mempropokasi dan menyebabkan kericuhan serta mengganggu ketertiban dan keamanan di masyarakat.

“Tentunya, dalam hal ini pihak Kepolisian Polsek Medan Baru terkesan kurang merespon yang saat itu melakukan pengamanan unjuk rasa massa terhadap Pdt Ibu Rumondang Sitorus beserta keluarga yang terpaksa meninggalkan kediamanya untuk menghindari hal hal yang tidak diingini. Ini sangat ironis sekali yang dilakukan massa Forum Perduli Jemaat Gereja HKBP Pabrik Tenun,” sebut Atan yang diamani Linceria Ninggolan.

Kepada pihak Kepolisian, Ketum Atan Gantar Gultom sangat berharap, proses tindak lanjut hukum yang telah dilakukan agar benar benar berjalan dengan semestinya. Sehingga, laporan korban (Erlita Ida br Pandiangan) yang terdaftar sebagai Aktivis LSM PAKAR tidak jalan ditempat dan di peti es kan. (W02)