Polres Sergai Ringkus 3 orang Pelaku Pembunuhan Anggota SBSI 1992

Serdang Bedagai | Sumut24

Satreskrim Polres Sergai akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap anggota Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Kabupaten Sergai yang juga karyawan PT Aquafarm Nusantara, Muhammad Syafi’i alias Bungsu (25) warga Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu yang ditemukan warga mayatnya di sungai tontong, Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, kamis (26/5) lalu sekira pukul 18.00 wib. Pencarian ini tidak butuh waktu lama.

Dari hasil penyelidikan atas kasus pembunuhan sibungsu, pihak polres menetapkan 3 tersangka yakni RS (23) warga Lingkungan X Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, ES (20) warga Dusun III Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin dan MY (17) warga Dusun III Desa Lodak Sari Kabupaten Deli Serdang.

“Ketiga tersangka kita tangkap ditempat yang berbeda, pada senin (13/6). RS ditangkap diPerbaungan, lalu ES di Petumbukan Deli Serdang, sedangkan MY di Medang Deras Kabupaten Batu Bara” ungkap Kapolres Sergai AKBP Eko Suprihanto didampingi Kasat Reskrim AKP Aron TT Siahaan saat menggelar pemaparannya di Mapolres Sergai, Rabu (15/6).

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengaku bahwa pembunuhan yang dilakukan ketiganya tidak hanya terhadap sibungsu saja, namun ketiganya mengaku telah melakukan hal yang sama terhadap Subrata yang ditemukan mayatnya di Afd I Perkebunan PTPN IV Kebun adolina tepatnya di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin pada tahun 2015 lalu sekitar bulan desember.

Selain itu, ketiganya juga mengaku telah menghabisi nyawa seorang agen jagung bernama Legimin (37) warga Desa Bingkat Kecamatan Perbaungan yang ditemukan mayatnya di sungai ular Kecamatan Perbaungan pada tahun 2013 lalu.

“Motif pembunuhan ini sebenarnya adalah perampokan, jadi pelaku sebenarnya ingin memiliki harta korban dengan cara memacari korban kemudian merencanakan pembunuhan” kata Kapolres AKBP Eko Suprihanto.

Menurut Kapolres AKBP Eko Suprihanto, ketiga pelaku mempunyai kelainan seks atau sering disebut dengan Lesbian, Gay, Bisexsual dan Transgender (LGBT). Sebab, Pelaku menghabisi korbannya dengan cara memacarinya kemudian setelah diambil semua barang barang berharga, korban lalu dibunuh dan jasadnya dibuang untuk menghilangkan jejaknya.

“Alat yang digunakan Pelaku 1 buah pisau lipat, satu potong broti dan 1 buah kunci besi F. Pelaku melakukannya dengan cara menikam dan dan memukul korban kemudian membuang jasadnya” terang Kapolres.

Sementara itu ditempat yang sama Kabag Psikologi dari Polda Sumut AKBP Horas Silaen mengatakan, ketiga pelaku melakukan dengan cara sadar dan tidak ada tendensia penyimpangan. “Dari psikologisnya, ketiga pelaku melakukannya dengan sadar” kata AKBP Horas Silaen.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Aron TT Siahaan menambahkan, dalam kasus pembunuhan berencana ini, ketiga pelaku beserta barang buktinya sudah diamankan, dan ketiga pelaku dapat dijerat dengan pasal 340 sub pasal 339 sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.(Bdi)