Polres Batubara Tangkap Buronan Kasus CPO

LIMAPULUH | SUMUT24
Buron berbulan-bulan, Iswandi (42) warga Dusun III Desa Perkebunan Tanah Gambus Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara, berhasil diringkus Satreskrim Polres Batubara diwilayah Palembang (Sumsel).
Informasi dihimpun kejadian itu pada, Minggu (24/5/2015) lalu, truk tangki BM 8303 RU bermuatan CPO yang seyogyanya dikemudikan tersangka akan dibongkar di PT. Multimas Nabati Asahan (PT. MNA) Kwala Tanjung Kecamatan Medang Deras oleh petugas bongkar PT.SSSS berinisial AP. Namun saat itu peran tersangka sebagai sopir digantikan Fadli membawa CPO kepada salah seorang yang diduga sebagai penadah bernama Heri.
“Aku bawa truk bermuatan CPO dari PKS PT Daya Labuhan Batu Indah (PT. DLI) yang berada di Negeri Lama seberat 18,630 ton menuju PT Multimas Kwala Tanjung. Dalam perjalan dan setibanya disebuah warung di Aek Loba Asahan. Tiba-tiba aku didatangi seseorang yang mengaku bernama Heri serta menawarkan hendak membeli semua CPO yang kubawa dengan harga Rp. 30 juta. Semula kutolak namun Heri terus merayu bahkan mengatakan kalau urusan di Multimas dia yang mengatur, lalu ku sepakati sebab aku juga sedang butuh uang untuk biaya PKL anakku. Selanjutnya aku dibawa orang suruhan Heri ke sebuah hotel disekitar Aek Loba sampai besoknya aku dijemput dan diantar lagi ke tempat truk tangki diparkirkan,” ungkap Iswandi kepada wartawan, Senin (25/1), di Mapolres Batubara.
Menurut Iswandi, dirinya mengaku terkejut saat mendapati isi tangki truk yang dikemudikannya berganti air kotor. “Terkejut kali aku dan sempat ku tanyakan lagi sama Heri tapi dia bilang tenang aja, pokoknya nanti truk abang biar dibawa Fadli. Abang pulang aja dan tak usah ikut lagi ke pabrik. Heri berjanji akan memberikan uangnya sesudah truk sampai di PT. MNA. Keesokan harinya, aku dihubungi pria bernama Rudi (40) warga Aek Loba Kabupaten Asahan yang mengatakan dirinya merupakan orang suruhan Heri. “Dia menyuruh aku menemuinya di Perdagangan Kabupaten Simalungun. Setelah bertemu, Rudi langsung memberi uang sebanyak Rp. 10 juta. Karena jumlah uang yang diberikan Rudi tidak sesuai janji, aku menelpon Heri namun Hp nya tak aktif lagi. Sadar udah ditipu, maka ku putuskan untuk lari ke Palembang dan setelah beberapa bulan aku ditangkap di Palembang,” cerita tersangka.
Kapolres Batu Bara AKBP. Mhd Agung Suyono S.iK didampingi Kasat Reskrimnya AKP. M Arif Batubara SH, S.iK membenarkan. “Dia ditangkap pada, Senin ( 18/1) kemarin di Palembang, karena diduga menggelapkan CPO dari dalam truk tangki milik PT. Sumatera Sarana Sekar Sakti (SSSS),”katanya.
Akibat perbuatan tersangka, PT.SSSS mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp. 300 juta. “Ya.. yang mengadu memang PT.SSSS karena merasa dirugikan. Dalam sistem dagang CPO, pemilik angkutanlah yang bertanggung jawab atas perubahan berat pada muatan truk, bukan yang lain,” ceritanya seraya menyebutkan tersangka terjerat pasal 374 sub jo 372 KUHPidana tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Kapolres juga berterima kasih kepada media yang mengekspose pemberitaan kasus CPO sehingga dengan demikian sehingga kalangan pengusaha mengetahui dan berani melaporkan ke polisi. (jo)