Poldasu Bersama Bank Indonesia  Musnahkan 21.632 Lembar Upal

78
MEDAN | SUMUT24.co
Bertempat di depan gedung utama Mapolda Sumut, sebanyak 21.632 lembar uang palsu (Upal), pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu dimusnahkan oleh Polda Sumut bersama Bank Indonesia (BI), Rabu (14/8/2019).
Kepala BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan ada sekitar 21.632 lembar uang palsu yang dimusnahkan. “Uang itu ditemukan dari setoran masyarakat ke perbankan periode 2013-2018 yang kemudian dilakukan klarifikasi ke BI ternyata uang palsu,” kata Wiwiek.
Ia mengatakan setelah mengetahui bahwa itu uang palsu, pihaknya langsung berkordinasi ke Direktorat Tindak Pidana Khusus Fismondev Polda Sumut untuk diamankan sebelum dimusnahkan.
Untuk pecahan Rp100 ribu, kata Wiwiek, ada sebanyak 8.974 lembar atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 894.400 ribu. Pecahan Rp 50 ribu sebanyak 11.850 atau sekitar Rp 592.500 Ribu. Kemudian pecahan Rpb20 ribu sebanyak 636 lembar atau senilai Rp 12.720 ribu. Sedangkan pecahan Rp10 ribu sebanyak 88 lembar atau sekitar Rp 880 ribu. Pecahan Rp 5 ribu sebanyak 83 lembar atau senilai Rp 415 ribu dan terakhir pecahan Rp 2 ribu. “Total duit yang dimusnahkan dari 21.632 lembar ini sebanyak Rp 1.500.917.000 (1,5 Miliar),” terangnya.
Masih dari lokasi pemusnahan, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs H Agus Andrianto SH MH mengatakan, dalam memerangi uang palsu, Polda Sumut dan jajarannya telah melakukan penanganan sebanyak 27 kasus.
“Dari 27 kasus itu terjadi pada periode 2017 sampai 2019. Dengan penyelesaian perkara sebanyak 24 kasus dan tiga kasus masih dalam tahap penyidikan,” terang mantan Wakapolda Sumut ini.
Sambung jendral Bintang Dua ini mengaku perlindungan terhadap rupiah dimuat dalam UU Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.
“Pada pasal 35,36 dan 37 diatur tentang kejahatan terhadap mata uang rupiah dalam hal pemalsuan mata uang rupiah. Baik itu, menyimpan secara fisik uang palsu, mengedarkan atau membelanjakan uang palsu, membawa atau memasukkan uang palsu ke dalam atau keluar wilayah Indonesia dan mengimpor atau mengekspor uang palsu akan mendapat ancaman pidana mulai 10 tahun sampai seumur hidup,” papar Kapolda Sumut.
Kasus ini, aku Kapolda, kemungkinan karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap keaslian rupiah yang berada di daerah perekonomian yang besar. “Serta rendahnya putusan tindak Pidana uang palsu,” katanya.(W05)
Loading...