Poldasu akan Koordinasi dengan Polda Aceh Tertibkan Bawang Ilegal

0
967

MEDAN | SUMUT24
Untuk menertibkan distribusi bawang merah ilegal asal Malaysia, Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Ditkrimsus Polda Aceh.

Selain itu, pengamanan jalur pelabuhan tikus juga menjadi perhatian serius untuk menekan masuknya barang ilegal asal luar negeri tersebut.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak Polda Aceh dan instansi terkait untuk menekan penyelundupan barang-barang asal luar negeri. Sebab, negara sangat dirugikan jika sampai barang-barang itu beredar di Indonesia,” jelas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Ikhwan Lubis ketika dikonfirmasi, Senin (21/3)

Di samping itu, pihaknya juga akan terus memburu distributor atau sindikat penyelundupan barang-barang ilegal termasuk bawang asal luar negeri. Karena, masuknya bawang merah asal luar negeri tanpa pajak itu, selain merusak pasar juga merugikan petani.

Apalagi, lanjut Ikhwan, di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini petani Indonesia dipacu supaya produknya bisa bersaing dengan produk petani-petani di Asia. Untuk itu, perlu pengawasan ekstra agar produk petani Indonesia tetap menjadi adalan dengan cara menertibakan produk petani ilegal asal luar negeri.

“Ini juga komitmen kita untuk mendukung produk lokal khususnya produk pertanian supaya bisa bersaing di era MEA ini,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam sepekan, Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu setidaknya telah mengamankan total 20,5 ton bawang merah tanpa dilengkapi dokumen (ilegal) asal Malaysia. (SL)