Polda Sumut Ringkus 7 Pelaku Percobaan Pembunuhan Terhadap Satu Keluarga Pensiunan Polisi

108

MEDAN | SUMUT24.co

Tim gabungan Subdit III/DitresKrimum Polda Sumatera Utara bersama Polres Dairi berhasil membekuk 7 pelaku percobaan pembunuhan terhadap korbannya, Bangkit Sembiring (Pensiunan Polisi) sekeluarga.

Tersangka yang ditangkap pertama yakni, Bambang Haryanto dikawasan Dusun Paket, Desa Selamat, Kec Tenggulu, Kab Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, 6 tersangka lainnya, di Kota Medan, Langkat di Desa Bukit Lau Kersik, Sabtu (15/06) sekira pukul 03.00 Wib.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto SH MH didampingi Direktur Krimum Kombes Pol Andi Rian, Kasubdit III DitKrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak dan Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan dalam pemaparannya, Senin (17/6/2019) pagi pukul 10.00 Wib mengatakan, ke 7 pelaku penganiayaan sadis ini masing-masing, Serikat Tarigan, Wagino Alias Oka, Bambang Haryanto, Boyma Sotinjak, Bonansa Siagian, Masa Tarigan, Jhoni Ginting.

“Para tersangka ditangkap di Aceh Tamiang, Kota Medan dan di Kab Langkat. Barang bukti yang turut diamankan petugas berupa, 3 bilah parang, 1 buah linggis, 1 buah palu, 5 pasang sarung tangan, 2 unit sepeda motor, 1 unit mobil Avanza BK 1733 QB berwarna hitam disita dari pemilik,” ungkap Kapolda.

Ditempat yang sama, Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian dalam keterangan perss nya menyebutkan, dalam pengungkapan kasus ini kita bekerja sama dengan Polres Dairi.

Kombes Pol Andi menceritakan kronologisnya secara singkat. Pada bulan Maret tersangka Wagino Alias Oka bertemu dengan Serikat Tarigan dirumahnya kawasan Simpang Selayang Medan. Disitu, Serikat menceritakan sakit hatinya terhadap Bangkit Sembiring (karban) yang telah merusak rumahnya yang dibangun dilokasi ladang durian dan membacoki pekerjanya, Tsk Wagino dalam hal ini dijanjikan uang Rp 50 juta untuk dana operasinal.

“Intinya percobaan pembunuhan ini dipicu oleh otak pelaku bernama, Serikat Tarigan terhadap korban yang dilatar belakangi sengketa tanah,” ucap Kombes Pol Andi Rian.

Lanjut Kombes Pol Andi, lima korban pembacokan tersebut masing-masing, Bangkit Sembiring (59) tahun, Ristani Br Samosir (49) Semangat (20) Maria Keke (17) dan Abraham (11) tahun, pensiunan polisi bersama Istri dan 3 orang anak-anaknya ini sekarang masih dalam perawatan medis di RS Adam Malik Medan kecuali anaknya yg nomor 4 bernama Maria Keke (17) dengan luka yang tidak begitu dia sudah dapat berjalan, bahkan saat ini Maria ada di Polda ini, terang Andi.

Kronologis kejadian yang tergolong sadis ini terjadi Jumat (31/5/2019) sekitar pukul 03.40 pagi hari. Ketika itu hari masih tengah malam menjelang pagi subuh. Rumah korban tiba2 didatangi lima orang tak dikenal memakai topeng sampai diteras rumah, dua diataranya secara membabibuta membacoki korban sepertinya mobil korban telah diikuti, namun tidak disadari oleh korban.

“ Saya tidak berdaya, saya tidak bisa berbuat apa apa karena saya sudah dibacoki oleh 2 pria yang berada di sisi kanan dan kiri mobil saya. Saya juga tidak bisa bergerak, saya hanya pasrah dan teriak meminta tolong,” terang Bangkit kepada wartawan.

Korban yang merupakan Prnawirawan Polri ini juga mengatakan, bahwa setelah puas membacoki dirinya dan menggangap korban sudah tidak bernyawa kelima pelaku langsung melarikan diri. Dia pun tidak menyadari lagi kalau istri dan ketiga anaknya juga menjadi korban keganasan pria bertopeng.

Terpisah, saat di konfirmasi lewat telepon seluler, Sabtu (1/7/2019) Kasubbag Humas Polres Dairi Ipda Doni Saleh mengatakan. Polres Dairi Sudah Membentuk Empat tim untuk Mengejar pelaku dan meminta doa nya agar menangkap pelakunya.

Saat ini dari keterangan Kasubag Humas Rumah Sakit Adamalik Medan Rosario Dorothy, S.Sos, M.I.Kom menjelasakan kondisi Bangkit Sembiring baru saja selesai di Operasi dan masih di ruang pemulihan.

“Namun, anak korban yang bernama Abraham Sembiring yang baru selesai di Operasi karena ada luka benda tajam di bagian kepala, saat ini masih dalam kondisi tidak sadar diri dan Sedang di rawat ruang ICU anak,” sebutnya.

Atas kasus tersebut, para pelaku dikenakqn Pasal 340 Subs 338 Jo 53 lebih Subs 170 Ayat (2) kedua Subs 354 Ayat (1) dari KUHPidana dan atau Pasal 76 huruf C Jo pasal 80 Ayat (2) dari UU RI Nop 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor I Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.(W05)

Loading...