Polda Kalsel Pecahkan Rekor Dunia Indonesia

93

 

Banjarmasin – SUMUT24

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-72, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar ragam kegiatan. Di antaranya olahraga bersama TNI, Polri, dan masyarakat serta pencatatan Rekor Dunia-Indonesia di kawasan Menara Pandang, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rachmat Mulyana, mengatakan selain memperingati Hari Bhayangkara, kegiatan ini diadakan dengan tujuan menjalin kebersamaan Polri, TNI, dan masyarakat.

“Selama 72 tahun, Polri terus berupaya melakukan pembenahan baik eksternal maupun internal melalui program promoter, yaitu profesional, modern, dan terpercaya. Program promoter tersebut telah menunjukkan hasil positif yang ditunjukan oleh hasil survey lembaga-lembaga terpercaya di mana kepercayaan publik makin meningkat dengan harapan tentunya Polri makin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya saat memberi sambutan.

Menurutnya, hal tersebut tidaklah mudah dicapai sehingga membutuhkan dukungan dari TNI dan masyarakat agar Polri dapat menjadi lebih baik lagi.

“Maka melalui kegiatan olahraga bersama TNI dan Polri kali ini, kami menunjukkan anggota Polri dan personel TNI yang ada di Kalimantan Selatan memiliki simpul yang terjalin dengan kuat. Ini merupakan bukti bahwa TNI, Polri, dan masyarakat bisa bersatu. Tidak perlu ada rasa canggung antara aparat dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-72 ini dimulai dengan acara gerak jalan santai mengitari kawasan Jalan Kapten Pierre Tendean, Kota Banjarmasin. Setelah itu, acara berlanjut ke area parkir Menara Pandang untuk kegiatan senam bersama.

Polda Kalsel juga menggelar acara pencatatan Rekor Dunia-Indonesia. Rekor yang dicatat adalah konfigurasi jukung (perahu dayung) terbanyak di Pasar Terapung Sungai Martapura, Banjarmasin yang membentuk merah putih. Terdapat sekitar 338 acil atau pedagang pasar terapung yang terlibat dalam konfigurasi ini.

“Polda Kalsel memiliki inisiatif untuk mengumpulkan jukung yang berada di setiap daerah sebagai bukti kepedulian kami kepada budaya di Banjarmasin. Saya ucapkan juga terima kasih kepada asosiasi jukung yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Perlu diketahui, jumlah jukung yang kami targetkan adalah sekitar 300 jukung. Namun ternyata terjadi penambahan menjadi 338 jukung,” katanya.

Wakil Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo, turut memberikan sambutannya dalam acara HUT Bhayangkara di kawasan Polda Kalsel ini. Menurutnya, acara ini membuktikan bahwa Polda Kalsel peduli kepada kebudayaan. Ia mengungkapkan terdapat empat syarat untuk catatan sebuah rekor baru.

“Syaratnya harus yang pertama, lalu yang paling, kemudian yang unik, dan yang terakhir itu langka,” kata Osmar.

Ia berharap melalui pencatatan Rekor Dunia-Indonesia ini, perahu jukung sebagai ikon Kota Banjarmasin tetap lestari di tengah era globalisasi. Menariknya, konfigurasi jukung terbanyak ini juga merupakan yang pertama di Kalimantan bahkan di dunia.

“Konfigurasi jukung sebanyak ini merupakan hal pertama yang terlaksana di Kalimantan Selatan, bahkan Indonesia. Tak hanya itu, Rekor Dunia-Indonesia juga mencatat hal ini sebagai rekor dunia karena belum pernah ada sebelumnya,”ungkapnya.

Persiapannya sendiri terbilang cukup singkat, yakni hanya tiga hari. Para acil sempat mengungkapkan kesulitannya saat proses persiapan mulai dari pengumpulan acil-acil lain, kekompakan, hingga kondisi arus sungai yang tidak bisa ditebak.

Acara ini turut dihadiri oleh beberapa pejabat TNI di daerah Kalimantan Selatan seperti Danrem, Dan Rindam, Dan Lanal, Dan Lanud, serta beberapa pejabat TNI lainnya. (red)

SHARE