PMI Hadir Dengan Misi Kemanusiaan & Pelayanan Profesional

473

MEDAN | SUMUT24

Sebagai salah satu organisasi yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memberikan kontribusinya ditengah masyarakat, khususnya dalam menggelar aksi donor darah. Tak hanya itu, PMI kini juga hadir dan terjun langsung dalam peristiwa bencana alam.

Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan akan terus berupaya menjadi yang terbaik dengan misi kemanusiaan dan berjanji akan selalu memberikan pelayanan secara profesional bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua PMI Kota Medan, Drs H Musa Rajekshah MHum pada acara peringatan Hari Donor Darah Sedunia sekaligus buka puasa bersama dengan seluruh pengurus PMI, di Ball Room Hotel Grand Angkasa, Sabtu (25/6).

Acara ini dihadiri Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi, Ketua PMI Sumut DR H Rahmat Shah, relawan pendonor Kota Medan, Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), pengurus PMI Kecamatan, rekanan pendonor, unit PMI Kota Medan, para tokoh, organisasi kepemudaan dan lainnya.

“PMI Kota Medan kini bukan hanya dikenal dengan kegiatan donor darahnya saja. Namun kita juga hadir dalam peristiwa bencana alam. Hal ini seperti yang terjadi dalam peristiwa bencana alam gunung sinabung, kita turun dan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang tertimpa bencana,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Ijeck, tingkat kesadaran masyarakat Kota Medan dalam menyumbangkan darahnya kini cukup tinggi. Terbukti PMI Kota Medan kini memiliki stok 2 ribu kantong darah. Jumlah itu akan terus ditingkatkan lewat kerjasama dengan berbagai pihak dan sosialisasi donor darah melalui Palang Merah Remaja (PMR) untuk menarik pendonor pemula.

“Sebelumnya kita telah melakukan kunjungan kerja di dua kota yakni Jakarta dan Solo. Dari masyarakat Kota Solo sendiri kesadaran mereka untuk donor darah luar biasa tingginya. Dari jumlah penduduk yang ada di Kota Solo, lebih kurang 21 % dari jumlah penduduk mendonorkan darahnya, sedangkan di Jakarta lebih kurang 3 % dan di Kota Medan sendiri sama seperti Jakarta, lebih kurang 3 % dari jumlah penduduk yang mendonorkan darahnya. Untuk itu kita perlu tingkatkan lagi sosialisasi ke masyarakat akan pentingnya donor darah,” katanya.

Bersamaan dengan itu, Ijeck juga akan meningkatkan pelayanan baik dari sisi manajemen dengan mendapatkan ISO dan peralatan pada Unit Transfusi Darah (UTD). Namun meski begitu, PMI Kota Medan saat ini masih terkendala dengan kurangnya peralatan kerja. Kita juga berencana ingin menghadirkan mesin alat cuci darah, agar warga yang kurang mampu bisa melakukan cuci darah. Sebab selama ini biaya untuk cuci darah mahal dan tidak semua ruah sakit memiliki alat tersebut.
“Kita berharap pemerintah mau mendukung dan membantu peralatan yang PMI butuhkan. PMI tidak meminta uang, pemerintah cukup memberikan bantuan peralatan saja,” tegas Ijeck.

Terkait maraknya permasalahan UTD di rumah sakit swasta, PMI Kota Medan akan menertibkan segera menertibkannya . Hal itu sesuai Permenkes RI Nomor 83 Tahun 2014, di mana UTD hanya dilaksanakan oleh pemerintah dan PMI.

“Di PMI kami hanya menjalankan misi kemanusiaan, namun UTD yang ada di enam rumahsakit swasta orientasinya ke bisnis. Kami yakin, dengan hasil darah mulai screaning dari pendonor hingga darah yang kita salurkan masih lebih baik karena semua peralatan yang sesuai standar UTD sudah kita adakan dan gunakan. Malah sekarang kita ingin tingkatkan dengan peralatan dan sistem yang lebih baik,” ungkapnya.

Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi juga mengapresiasi para pendonor serta kinerja PMI Kota Medan dalam memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Medan. Dirinya berjanji selalu membuka pintu demi sinergisitas membangun kesehatan dan pelayanan kemanusiaan.

“Kita berharap PMI Kota Medan melakukan follow up mengenai kebutuhan di UTD agar kita diskusikan untuk mendapat solusi terbaik,” jelas Akhyar Nasution.

Sementara itu, dalam acara tersebut PMI Medan memberikan penghargaan bagi masyarakat yang telah mendonorkan darahnya hingga 100 kali. Adapun kesepuluh pendonor ke-100 adalah Khairuddin (Dusun I Desa Dagang Kelambir), Rizyansyah Lubis (Jl Marelan Raya Link IV), Mahmud Ramadhan Siregar (Jl Mansion Gaperta Ujung), Junaidi (Jl Glugur Asr TNI-AD Hong K-46), Khiar (Jl YP Hijau Gg Tangga), Zulkifli Hutasuhut SE (Komp Pondok Surya Blok VII), Arwismal Rivai Piliang B (Jl Karya Gg Karang Anyar), Chandra Yul Hendri (Asr Brimob Blok L2 No.5), Moch Ramli Chusein (Jl Kemuning XI No.228) dan Hotlan M Gultom (Jl Karya Wisata Komp Tengra).

“Untuk itu, kami memberi apresiasi kepada pendonor yang telah melakukan donork darah sebanyak 50, 75 dan 100 kali. Empat pendonor ke-100 juga mendapat undangan untuk menerima Pin Emas dari Presiden RI di Istana Presiden. Ke depan, kita berharap lebih banyak lagi yang mendapat undangan ini,” ucap pria yang akrab disapa Ijeck. (W07)

Loading...