Plt Kadiskominfo Sumut Kaiman Turnip : Tiga Tahap Migrasi TV Analog ke TV Digital

Medan I Sumut24.co
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Kaiman Turnip mengatakan, Siaran televisi analog yang telah mengudara selama hampir 60 tahun di Indonesia akan digantikan oleh siaran televisi digital selambat-lambatnya pada 2 November 2022.

Siaran televisi digital, sebut Kaiman menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi akan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih dan canggih teknologinya bagi masyarakat Indonesia. Namun, Dalam masa peralihan ke siaran televisi digital, masyarakat tetap bisa untuk menonton siaran televisi analog namun sangat dianjurkan untuk mulai merubah tangkapan sinyal antena di rumah dari siaran analog ke digital, ucapnya kepada Wartawan, Kamis (2/6).

Menurut Kaiman lagi, Untuk Tahap I : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 30 April 2022 yakni meliputi,
Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun
Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara
Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, ucapnya. Untuk Tahap II : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 25 Agustus 2022 yakni, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang
Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan
Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi. Dan untuk Tahap III : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 2 November 2022, ucapnya.

Ditambahkan Kaiman Turnip, selama ini pemda tidak terlalu dilibatkan, kementerian jalan bersama KPI dan DPR RI,pungkasnya.

Diketahui, Pada tahun ini, secara bertahap siaran TV Analog dimatikan dan selanjutnya beralih ke siaran TV digital.

Penghentian siaran TV Analog atau Analog Switch Off (ASO) dalam migrasi TV digital, berlangsung dalam tiga tahap yaitu tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022.

Untuk ASO tahap 1 wilayah Sumatera Utara meliputi:

1. Sumatera Utara – 2 (Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai)

2. Sumatera Utara – 5 (Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat)

Sosialisasi tentang siaran televisi digital terus dilakukan Kemenkominfo baik melalui lembaga penyiaran, sosial media, iklan media luar ruangan maupun terjun langsung ke masyarakat.

Hal itu agar rencana peralihan TV analog ke TV digital dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu mengimbau agar masyarakat segera beralih dan mendapatkan manfaat dari TV digital.

Siaran TV digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, tetap gratis menontonnya.

TV Digital Tidak Sama Dengan TV Kabel

Siaran TV digital tidak sama dengan TV kabel berlangganan, TV satelit, TV streaming melalui gawai internet atau IPTV. Jika dilihat dari segi kualitas ketajaman gambar dan kejernihan suara, maka TV digital bisa mencapai High Definition sehingga sebanding dengan jenis-jenis siaran tersebut.

Siaran TV digital dengan mudah bisa diperoleh tanpa mendaftar berlangganan dengan penyelenggara penyiaran. Sehingga, TV digital tidak memerlukan biaya berlangganan seperti TV berlangganan (kabel/satelit/IPTV).

Tak hanya itu TV digital pun tak sama dengan TV streaming, sehingga tidak diperlukan biaya kuota internet kepada penyelenggara telekomunikasi seluler seperti TV streaming.

Jika dibandingkan siaran TV satelit (parabola), siaran ini juga menggunakan teknologi digital (DVBS/DVBS-2), serta pemasangan dan pembayarnnya serupa dengan hanya dengan satu kali instalasi dan satu kali bayar untuk seumur hidup. Tetapi bedanya terletak di jenis antena penerimanya yang menggunakan parabola. Sementara siaran TV digital menggunakan teknologi DVBT2.

Seputar TV Digital

TV digital tetaplah free to air alias gratis dan masih bisa diakses baik oleh TV analog maupun smart TV dengan kualitas ketajaman gambar dan kejernihan suara TV digital bisa mencapai High Definition.

Namun siaran pada TV analog harus dilengkapi dengan alat bantu penerima siaran bernama dekoder / set top box (STB). Dan jika televisi di rumah sudah tersedia jenis siaran TV digital, maka tidak perlu menambah STB dan sudah bisa langsung menangkap siaran digital.

Saat ini sosialiasi digitalisasi TV sedang digencarkan menuju waktu analog switch off tahap pertama dimulai yakni pada 17 Agustus pada beberapa daerah tertentu. Nantinya, secara bertahap seluruh wilayah di Tanah Air sudah harus menerapkan digitalisasi TV pada 2 November 2022.”pentingnya analog switch off atau digitalisasi TV saat ini, bukan sekadar mengubah teknologi analog ke digital. digitalisasi membuat kualitas siaran TV menjadi lebih jernih, bersih dan lebih baik.
Namun, lebih daripada itu, migrasi siaran analog ke digital membuat terjadinya penghematan frekuensi atau jaringan broadband. Ia mengungkap, jika dengan siaran analog satu lembaga penyiaran TV menggunakan 8 mhz, maka dengan digitalisasi TV frekuensi 8 mhz bisa digunakan untuk sembilan lembaga penyiaran.
“Bahkan sampai lebih, nah frekuensi yang nanti ditinggal oleh TV analog itu dikembalikan ke pemerintah, itu peta 700 mhz, yang bisa dipakai untuk kepentingan lainnya sesuai kontek (kebutuhan) digital saat ini.
Penghentian siaran tv analog menjadi digital (analog switch off) di Indonesia akan berlangsung bertahap dan dimulai di tahap pertama 17 Agustus 2021 di beberapa wilayah, dan ditargetkan semua selesai di 2 November 2022.
Aturan analog switch off ini diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Berdasarkan aturan itu, tahapan ASO dilakukan dalam lima tahap berdasarkan wilayah, dengan batas waktu seluruhnya tidak melewati 2 November 2022, pukul 24.00 WIB.
Rincian tenggat waktu masing-masing tahapan antara lain: (a) Tahap I paling lambat 17 Agustus 2021; (b) Tahap II paling lambat 31 Desember 2021; (c) Tahap III paling lambat 31 Maret 2022; (d) Tahap IV paling lambat 17 Agustus 2022; dan (e) Tahap V paling lambat 2 November 2022.
Tahap I pada 17 Agustus 2021 di enam wilayah layanan di 15 kabupaten kota. Tahap II pada 31 Desember 2021 di 20 wilayah layanan di 44 kabupaten kota. Untuk tahap III, 31 Maret 2022 ada 30 wilayah layanan di 107 kabupaten kota. Pada tahap IV, dilaksanakan mulai 17 Agustus 2022 dan 31 wilayah nanti di 110 kabupaten kota dan tahap V dilaksanakan 2 November 2022, 24 wilayah layanan di 63 kabupaten kota.red2