Pertanyakan Status Lahan Miliknya, Legiman Pranata, Aneh BPN Deli Serdang Terbitkan 1 Objek 2 Sertifikat

0
149

Deli Serdang | Sumut24.co
Kasus persoalan tanah yang menimpa Legiman Pranata pemilik SHM No : 655 yang berlokasi di Jalan Binjai KM 16 Dusun I Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), masih terus bergulir.

Legiman Pranata (65), warga Jalan Amal No 33 DC, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, merasa janggal akan status lahan miliknya.

Ia mendatangi Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deli SerdangSerdang beberapa pekan lalu.

Dimana kedatangan Legiman hanya ingin mempertanyakan dan minta kejelasan dari Kepala BPN Deli Serdang adanya dugaan mafia tanah di pusaran ATR/BPN Deli Serdang.

“Kedatangan saya hanya ingin meminta klarifikasi kepada Kepala BPN Deli Serdang terkait Warkah yang sampai saat ini tidak ditemukan atau belum ditemukan BPN Deli Serdang. Saya merasa dirugikan, makanya ingin bertemu langsung dengan Kepala BPN, “kata Legiman kepada katakabar beberapa waktu lalu.

Miris. Sang pencari keadilan ini lagi lagi kecewa. “Namun rupanya beliau (Kepala BPN, red), tidak berkenan, sehingga saya hanya dipertemukan dengan pegawainya. Dan setelah bertemu pegawainya, mereka pun mengakui kalau memang belum ditemukan warkah tersebut, ” tutur Legiman kecewa.

Namun begitu, Legiman tidak patah semangat untuk bisa bertemu dengan Kepala BPN Deli Serdang. Hadapannya, agar bisa membuka secara terang benderang tentang sertifikat yang dimiliki dengan penerbitan sesuai SOP BPN.

Lewat katakabar, Legiman Pranata menyampaikan agar Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit mwngatensi persoalan yang sedang dia hadapi.

“Saya mohon Presiden dan Kapolri mengatensi keluhan saya , sekaligus mengintruksikan jajaran untuk menindak tegas mafia tanah yang marak di Sumut, khususnya Deli Serdang, “ungkap Legiman.

Beliau (Legiman, red), merasa heran ada satu objek tanah dia sertifikat. ” Karena saya merasa heran saja. Kok bisa satu objek ada dua sertifikat. Kalau kita bilang, ini ada apa sebenarnya BPN Deli Serdang? Apa mungkin Kepala BPN yang baru ini tidak mengetahui? , ” tanya Legiman.

Diketahui bahwa di lahan tersebut Legiman yang membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) nya.

Pertanyaan nya, kata LegimanLegiman ;
– Apakah mungkinmungkin, satu objek sertifikat, lantas masing masing yang membayar pajaknya?
-Apakah dalam persoalan tersebut Bupati mengetahui? Dan kenapa pihak BPN bisa menerbitkan dua sertifikat di lahan yang samasama. Ada apa sebenarnya? ujar Legiman keheranan.

Sampai sekarang ini, Lwgiman pun masih keheranan dengan ulah mafia tanah yang diduga banyak bertengger di beberapa instansi di Pemkab Deli Serdang.

Kata Legiman, akankah dugaan para mafia tanah di Deli Serdang dibiarkan marak tanpa ada penindasan?
Lantas, tak adakah pengak hukum yang peduli atas penderitaan rakyat kecil yang terzolimi oleh ulah mereka?

“Pesan saya terhadap masyarakat agar tetap waspada, karena para oknum mafia tanah diduga sudah merambah ke ranah birokrasi dsn berulah di Deli Serdang, “akhiri Legiman.red