Persaingan Ketat

114

Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, tiga kandidat Gubsu yang diusung Parpol dan sudah mendaftar di KPU tentunya akan diverifikasi dan ada beberapa tahapan yang masih didahului.

Tiga kandidat inilah yang maksimal bisa dihasilkan Parpol untuk diusung dan dipilih rakyat. Tiga calon yang mendaftar Edy Rahmayadi-Ijeck, Djarot-Sihar Sitorus dan JR Saragih-Ance.

“Dari tiga kandidat ini, saya lihat hanya 2 yang rivalitas terbesar. Pasangan Djarot- Sihar Sitorus serta JR Saragih-Ance itulah koalisi pelangi, mengakomodir masyarakat Sumut plural dan heterogen. Sementara Edy Rahmayadi-Ijeck sama-sama Muslim,” ujar Wara Sinuhaji, kemarin (10/1).

Persaingan akan berjalan ketat, memang ada yang didukung 60 persen Parpol tetapi nantinya yang pilih adalah rakyat. Justru itu rakyat harus paham siapa calon Gubsu yang bisa membangun Sumut ke depan lebih baik. Dan itu kita lihat dari kampanye dan visi misi dari pada kandidat. Sistem Pilgub kita beda dengan DKI.

Itu sudah maksimal. Tapi disisi lain sistem kepartaian kita beku, perlu dirubah untuk menentukan kebijakan partai di daerah, bagaimana supaya partai itu punya otoritas di daerah ini. Partai di daerah ini tidak punya otoritas menentukan siapa calon Gubsu, semua lewat DPP.

Partai di daerah hanya sebagai simbol birokrat partai saja. Jadi tidak fungsional. Tidak punya otoritas untuk menentukan kebijakan-kebijakan . Tapi itu semua kebijakan di pusat. Inilah sistem kepartaian kita yang sentralistik dan feodalistik.

Semua ketua partai menghamba. Sehingga saat Pilkada ada ketua partai yang mengeluh karena tidak punya otoritas. “Itu yang perlu diperjuangkan di Senayan untuk dirubah,” kata Wara.

Kalau di Sumut cukup satu putaran , siapa suara terbanyak itu jadi Gubsu. Wara berharap tidak ada money politik dan kalau KPK ikut memantau itu lebih baik.

“Kepada masyarakat diminta berpolitik secara rasional dan cerdaslah. Lihatlah apa visi misi mereka ke depan. Disitulah tergantung nasib kita,” pinta Wara Sinuhaji.

Apakah mereka mau melakukan perbaikan-perbaikan merubah wajah Sumut menjadi propinsi terbaik di luar Sumatera seperti beberapa puluh tahun yang lalu. Sekarang Sumut dibawah titik nadir. Lihatlah, masing-masing kemampuan kandidat mana menurut masyarakat yang paling baik memimpin kita ke depan 5 tahun yang akan datang.

“Ya silahkan pilih. Dan terpenting jangan gara-gara memilih Gubsu kita saling sikut. Bodohlah itu. Kita harus jadi rakyat cerdas,” kata Wara. (C04)

SHARE