Perjudian Marak, Polresta Deli Serdang Cuma Bisa Tangkap Jurtul

139

 

DELISERDANG I SUMUT24.co
Maraknya bentuk penyakit masyarakat di Wilkum Polresta Deliserdang sudah membuat masyarakat resah, namun anehnya oknum aparat penegak hukum hanya mampu menangkap juru tulisnya saja. Seumpamanya seperti batang pohon mereka itu hanya mampu menebas daun yang ada di ranting pohon saja tidak sampai keakar akarnya. menyikapi perkembangan terkait penangkapan judi togel yang semakin marak di Wilkum Polresta DS atas pemberitaan Harian SUMUT24 dan media online mulai tanggal (13,14, 15 /1/2020 lalu. Bung Rosa di grup WhatsApp Forenda, Kamis pagi (16/1/2020). Mengatakan, Polresta atau Polsek ” Jangan hanya menangkap tukang tulis atau sipembelinya” ujar, Bung Rosa ketika membaca hasil tangkapan mulai dari Polsek Lubuk Pakam, Polsek Bangun Purba, dan Polsek Tanjung Morawa, “kasihan rakyat kita ini, marilah berubah harap Mantan anggota Dewan ini.

Advertisement

Sambung Rosa lagi, ” seharusnya yang di tangkap koordinator dan bandar boss” urainya Rabu, (15/1).

Masih kata Bung Rosa, Koordinator dan Bandar tidak mereka tangkap, kenapa???? Ujarnya ber-Argumen. Patut diduga kuat mereka (oknumnya) ada sesuatu tutup ketua Forum Exponen Pemuda Deli Serdang ( Forenda) ini tegas.

Sebagai informasi tambahan sebelumnya perintah Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi Sik. “Sikat segala bentuk judi” di Wilkum Kapolsek sejajaran Polresta Deli Serdang di Aula Catur Prasetya. Senin (6/1/2020). Lalu, menandakan perang terhadap judi.

Ketika disinggung padanya apakah mengetahui keberadaan bandar dan koordinator melalui pesan WhatsApp (16/1/2020) sambil tertawa , Ho ho ho…..
Selama ini coba dicek, adakah yg tertangkap koordinator KIM / TOGEL ????? Apalagi bandarnya……. wus jauh panggang dari ta..xx , Ketusnya dengan nada tinggi.

“Mereka diduga ada bermain. Semua orang tau itu”. Yg ditangkap hanya TUKANG TULIS . Itu rakyat yg miskin bung. Ungkap Bung Rosa Panggilan akrabnya .

“Kalau polisi mau menangkap koordinator dan bandar, mohon ma’af dan maaf katanya lagi berulang ulang” ” keciiiiil lah itu” Mereka punya polisi desa yang digaji dengan duit rakyat. Mereka tau semua . Siapa siapa saja orangnya. Sekarang di desa ada 2 petugas. BABINSA dari TNI / Koramil Dan POLDES dari polisi / polsek. Salam perubahan tutup Bung Rosa.(Hari’S).

Loading...