Peringati Harteknas, Balitbang Buat Lomba Karya Tulis Ilmiah

MEDAN | SUMUT24

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) 2016, Pemko Medan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI).

Dengan adanya lomba ini, diharapkan mampu mendorong para pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk melahirkan karya secara ilmiah dan akademis yang dapat diaplikasikan untuk membangun Kota Medan. Tak hanya itu, lomba ini juga sebagai upaya memacu minat baca dan menulis bagi warga Medan.
Hal ini dikatakan Kepala Balitbang Kota Medan, Drs Hasan Basri, di kantornya, Selasa(17/5). Menurut Hasan, karya tulis ilmiah ini dibagi menjadi tiga kategori dan dua tema. Untuk kategori peserta yaitu Pelajar, Mahasiswa dan peserta Umum. Untuk peserta pelajar SMP dan SMA/SMK dan Mahasiswa dikhususkan bagi yang bersekolah di Kota Medan serta peserta umum dikhususkan bagi masyarakat yang tinggal di Kota Medan.

“Untuk peserta pelajar, Pemerintah Kota Medan mengusung tema Pemanfaatan
Teknologi Informasi Bagi Para Pelajar Guna Peningkatan Kualitas Diri sedangkan tema untuk peserta mahasiswa dan peserta umum yaitu Pemanfaatan Teknologi Informasi Guna Menunjang Pelayanan Maksimal di Instansi Pemerintahan. Pendaftaran di mulai dari sekarang hingga 30 Juni 2016,” terangnya.
Disampaikan Hasan, formulir pendaftaran bisa diambil di sekretariat panitia yaitu di Kantor Balitbang Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis (Kantor Wali Kota Medan). Selain mengisi formulir pendaftaran, syarat pendaftaran lainnya yakni membawa pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar.

“Karya tulis dibuat dalam bentuk soft-copy dan hard-copy. Khusus soft-copy disimpan dalam compact disk (cd),” kata Hasan.

Karya tulis yang diikutsertakan harus dilengkapi dengan mencantumkan nama peserta, alamat, tingkat pendidikan serta nomor telepon maupun ponsel. Untuk peserta dari kalangan pelajar, harus melampirkan kartu pelajar ataupun kartu mahasiswa. Sedangkan bagi peserta dari kalangan umum, cukup melampirkan KTP.

“Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, peserta bisa menyerahkannya kepada panitia di sekretariat panitia dan mengisi formulir pendaftaran sekaligus mengambil nomor peserta lomba,” ujar Hasan.

Dalam membuat tulisan, Hasan mengingatkan para peserta untuk menggunakan
bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan juga harus memperhatikan teknik penulisan seperti penggunaan tanda baca. Selain itu juga harus
menggunakan contoh konkret dan sesuai dengan konteks kasus yang diangkat.

“Di samping itu tulisan yang dibuat juga harus menggambarkan sikap objektif dan kejernihan penulis dalam memilah-milah data dan fakta yang
diambilnya. Ditambah lagi penulis harus mencantumkan sumber data terkait sumber-sumber bacaan dengan pembahasan topik permasalahan dan format penulisan daftar pustaka maupun kutipan harus benar,” katanya.

Dipapar Hasan, kriteria dan format penilaian meliputi dua aspek, yakni naskah karya tulis dan presentasi karya tulis bagi yang lolos 5 besar finalis.

“Penilaian dilakukan tim juri yang ditetapkan panitia lomba. Naskah yang diterima akan diseleksi dan ditetapkan 5 karya tulis untuk dipresentasikan dihadapan tim juri,” ujarnya.

Format penilaian meliputi teknik penyajian dengan bobot 35, yang terdiri
dari sistematika penyajian dan isi, alat bantu dan media yang digunakan, penggunaan bahasa dan tutur kata yang baku, cara berpresentasi dan ketepatan waktu. Di samping itu, penilaian penalaran dengan bobot 55
meliputi penguasaan materi dalam penyampaian dan kebenaran serta
ketepatan jawaban. Serta penilaian penampilan dengan bobot 10.

Penetapan peserta yang masuk lima besar finalis akan diumumkan pada 21
Juli 2016, sedangkan presentasi bagi peserta yang masuk lima besar finalis dilakukan pada 10 Agustus 2016. (W07)