Per Desember 2015 Asset Bank Sumut Rp 24 Triliun

0
958

MEDAN | SUMUT24
Sekda Provsu H Hasban Ritonga mengharapkan ke depannya bank pembangunan daerah, PT Bank Sumut bisa lebih fokus menggaet nasabah para pensiunan PNS. Menurutnya para pensiunan PNS ini perlu didorong untuk tetap berkarya melalui kegiatan wirausaha sehingga ikut memajukan perekonomian daerah.

Hal itu dikatakan Sekda Provsu Hasban saat membuka acara Sosialisasi & Edukasi Keuangan di Lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara di Kantor PT Bank Sumut, Kamis (1/4).

Sekda Hasban mengatakan jumlah PNS di jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berjumlah sekitar 12.000 an dimana setiap tahunnya ada 400 hingga 470 an PNS yang masuk usia pension. Jumlah itu belum termasuk PNS di lingkungan 33 pemerintah kabupaten/kota serta instansi vertikal di Sumatera Utara.
“Kalau PNS seluruh daerah, ditambah instansi dinas lintas vertikal jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu. Ini potensi, pangsa besar bagi Bank Sumut yang bisa dibidik. Kalau mereka sejahtera, ada multiplier effect, perekonomian Sumut akan ikut bergerak,” ujar Sekda.

Dijelaskan Hasban, pihaknya melaksanakan program pendampingan bagi para PNS dalam mempersiapkan masa pensiun melalui berbagai pelatihan. “Tujuannya agar mereka tidak merasa post power syndrome, tetap optimis dan semangat untuk berkarya,” kata Hasban.

Dikatakannya, secara moril ada tanggungjawab bagi para PNS membesarkan Bank Sumut. Disamping itu, Hasban mengatakan juga agar Bank Sumut perlu terus berbenah menghadapi era persaingan bebas. “Perlu terus berbenah, dalam hal pelayananagar menjadi cepat, tepat dan murah. Ramah tamah perlu terus dipelihara, kebijakan Bank terkait bunga dan agunan menjadi mempengaruhi minat PNS atau masyarakat umum. Harapan kalau bank sumut mampu bersaing, daerah akan mendapatkan manfaat. Tolong kepala SKPD sosialisasikan kepada seluruh jajaran,” imbuh Hasban.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut Ester Junita Ginting mengakui kredit pensiun PNS masih belum banyak di PT Bank Sumut. “Fenomenanya, selama PNS masih aktif mereka mengambil kredit di Bank Sumut, namun ketika masuk pensiun justeru mengambil kredit dari bank lain,” kata Ester.

Hal tersebut menurutnya dikarenakan masih banyak PNS yang belum mengetahui ada kredit bagi pensiun di Bank Sumut. “Padahal sudah ada dan bisa disalurkan satu tahun sebelum pensiun, dengan suku bunga yang bersaing dengan bank lain dan bisa untuk jangka waktu hingga sepuluh tahun,” ujar Ester.

Dikatakan Ester, Bank sumut adalah milik Sumut, dan kami berharap juga menjadi kebanggan Sumut. PT Bank Sumut menduduki ranking lima besar dari 26 bank pembanggunan daerah se Indonesia jika dilihat dari jumlah total asset. Per Desember 2015 memiliki asset senilai Rp 24 triliyun, dimana 52% saham dimiliki Pemprovsu. Dana pihak ketiga yang terkumpul mencapai Rp 19,5 triliyun, dimana 20% diantaranya adalah bersumber dari pengelolaan dana PNS di Sumut. Bank Sumut dijelaskan Ester menyalurkan kredit hampir Rp 19 trilyun,  dimana diantaranya Rp 12 triliyun adalah kredit retail yang mayoritas adalah kredit PNS.

“Kredit PNS tidak ada yang macet. Kami tentunya sangat berterimakasih kepada para PNS,” ujarnya. Dalam acara yang dihadiri jajaran SKPD Pemerintah Provsu, Ester menjelaskan, bahwa Bank Sumut juga merupaan sumber Pendapatan Asli Daerah bagi Pemprov maupun pemerintah 33 kabupaten/kota. Dari total saham yang ditempatkan masing -masing mendapatkan dividen dengan rasio berkirsar 40%.

“Bagaimana dapat menghasilkan return yang tinggi, itu karena seluruh PNS menabung dan kredit di Bank sumut,” ujarnya. Sebagian keuntungan juga disalurkan melalui CSR, bekerjasama dengan pemerintah. “Kami berkomitmen menjadi Bank Sumut sebagai bank utama untuk pelayanan publik, siap untuk merealisasikan sistem CMS Kasda di seluruh Pemkab/Pemko dan Pemprov, serta melayani pembayaran listrik dan air,” jelas Ester.

Dalam pertemuan, pembicara Gunawan Benjamin membawakan materi bagaimana mengatur keuangan pribadi dan keluarga. Gunawan membagi tips agar menerapkan hidup sederhana yaitu hidup sesuai kebutuhan saja. “Belanja harus lebih kecil dari pendapatan, jangan pernah berbelanja melebihi pendapatan, dan annda akan jauh lebih bahagia,” ujarnya. Dia juga mengatakan untuk menghindari hutang, kecuali untuk hal-hal yang produktif.

Hadir Sekda Provsu H Hasban Ritonga, SH, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut Ester Junita Ginting, ekonom Benjamin Gunawan dan kepala SKPD di lingkungan Pemprovsu. (W03)