Penyediaan Obat Peserta BPJS Tanggungjawab Klinik

Medan | Sumut24
Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik, Kepatuhan dan Keuangan BPJS Kesehatan Divre I Sumut-Aceh, Ismed mengungkapkan bahwa penyediaan obat bagi peserta BPJS, sepenuhnya menjadi tanggung jawab klinik ataupun puskesmas. Hal itu katanya merupakan bagian dari rangkaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang disediakan.

Ismed menjelaskan, apabila stok obat diklinik ataupun puskesmas yang menjadi resep dokter kebetulan sedang kosong. Maka, klinik harus dapat menyediakan obatnya untuk selanjutnya diberikan kepada pasien.

“Sudah jadi tanggung jawab klinik itu. Artinya kalau tidak ada obat, maka klinik lah yang harus mencarikannya, bukannya peserta,” katanya kepada wartawan, Rabu (24/2) di Medan.

Memang sudah menjadi keharusan dari klinik ataupun puskesmas yang bersangkutan. Pasalnya, pelayanan BPJS yang ada sudah menyangkut di dalamnya keberadaan fasilitas obat. “Prinsipnya sudah menjadi tanggung jawab. Tentunya resep obat sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh BPJS,” jelasnya.

Namun tambah Ismed, apabila resep dari klinik dan puskesmas itu justru dibeli oleh pasien ke apotik, maka bukanlah menjadi tanggung jawab BPJS lagi. Selain itu jika obatnya sudah dibeli, BPJS juga tidak akan menanggung untuk menggantinya.

“Jika obatnya juga tidak ada, pasien harus mengkomunikasikan ke kliniknya supaya dapat disediakan. Karena, tidak ada penggantian jika obat dibeli diluar dari klinik,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Ismed klinik harus dapat memenuhi kebutuhan obatnya sendiri. Ismed juga menyebutkan, jika hal tersebut sampai terjadi, agar temuannya dapat dilaporkan kepihaknya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sering, Refrini menuturkan selama ini tidak menjadi masalah atas  penyediaan obat menjadi tanggung jawab puskesmas dan klinik terhadap peserta BPJS Kesehatan. Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih bisa menyediakan obat terhadap pasien.

“Kita sudah melakukan perencaan obat setiap tahun. Bahkan dalam persediaan biasa sebulan sekli kita laporkan kepada Dinas Kesehatan Medan. Sejauh ini masih aman-aman saja, kalau pun ada kekurangan hanya bagian item saja itu pun langsung kita laporkan,” pungkasnya.(nis)