Penikaman Menkopolhukam Wiranto, Ketua NU Medan Burhanuddin :Aparat Hukum Diminta Usut Tuntas

48
Ketua NU Medan Burhanuddin SE

MEDAN I SUMUT24.co
Penyerangan dan penikaman terhadap pejabat negara Menkopolhukam Wiranto adalah perbuatan sangat terkutuk sehingga sangat kita kesalkan. aparat hukum jangan diam lakukan pengusutan tuntas agar diketahui aktor intelektualnya. sebagai warga Nahdliyin kita berharap Medan ini harus bebas dari berbagai faham radikalisme dan faham yang menyesatkan lainnya, Ucap Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Medan Burhanuddin SE ketika diminta tanggapannya mengenai penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto kepada Wartawan, kamis (10/10). Menurutnya, Berbagai faham radikal di Indonesia, khususnya Sumut dan Kota Medan harus kita basmi bersama-sama, jangan biarkan mereka hidup dan mengembangkan sayapnya, karena sudah jelas bahwa mereka ingin menghancurkan Indonesia secara berlahan. makanya setiap kegiatan NU Medan terus kita himbau warga Nahdilyin agar faham radikalisme jangan sampai masuk lingkungan kita tinggal dan lingkungan keluarga kita, ucapnya.
Lebihlanjut Produser Hans Production tersebut, sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia dan dunia, NU Medan telah berkomitmen menangkal radikalisme khususnya di Kota Medan, kalau ada yang coba-coba mengganggu NKRI, NU garda terdepan menumpas hal-hal yang mengganggu kekondusifan NKRI tersebut.
Kita sangat menyesalkan terlibatnya anak Medan yang melakukan penikaman terhadap Menkopolhukam sehingga sebagai warga medan kita meminta maaf sebesar-besarnya dan kita berkeinginan tidak akan terulang kembali sebagaimana harapan kita bersama.
kita juga berharap pemerintah dan ormas serta masyarakat harus bekerjasama menangkal radikalisme agar sekolah dan kampus terbebas dari faham radikalisme dan faham yang menyesatkan lainnya.
kepada aparat penegak hukum kepolisian kita menghimbau agar mengusut tuntas kasus penikaman terhadap pejabat negara tersebut. apa motif dan tujuannya dan yang sangat perlu lagi adalah cari dalang penikaman tersebut,karena saya rasa pelaku adalah orang suruhan atau yang dimanfaatkan oknum tertentu dalam rangka mengganggu kekondusifan NKRI, ucapnya.(W03)

Loading...