Pengusaha Asal Medan Sekeluarga Tewas Dibantai

160

Banda Aceh – SUMUT24

Satu keluarga keturunan Tionghoa asal Medan, ditemukan tewas di dalam rumahnya di kawasan Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (8/1) malam.

Penemuan mayat tersebut, membuat geger warga di lorong Tgk Malem, Gampong Mulia, Banda Aceh. Ratusan warga terlihat memenuhi lokasi kejadian.

Tiga orang tewas yang terdiri dari suami, istri dan satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ketiga korban pembunuhan sadis tersebut adalah Tjie Sun (46), Minarni (40) dan Callietosng (8) yang ditemukan tewas.

Informasi dihimpun pikiranmerdeka.co dari tetangga korban, Tjie Sun atau biasa dipanggil Asun itu merupakan pengusaha makanan ringan. Asun merupakan warga keturuna Tionghoa asal Medan dan telah menetap di Banda Aceh sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut sejumlah warga muasal penemuan mayat ketiga korban pembunuhan itu setelah kerabat korban di Sumatera Utara, menghubungi salah satu tetangga korban. Pasalnya, sejak beberapa hari terakhir handphone milik korban tidak bisa dihubungi.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin, kepada sejumlah wartawan membenarkan penemuan tiga mayat korban pembunuhan itu atas laporan masyarakat setempat kepada pihak Kepolisian. Warga curiga karena sudah sejak Sabtu pekan lalu, korban tidak tampak ke luar rumah.

“Warga melaporkan ke Polisi karena curiga pintu rumah semua terkunci. Warga juga mencium bau busuk dari dalam rumah. Kita mendapat laporan setelah magrib. Atas laporan itu kita mendobrak pintu dan menemukan mayat,” kata Saladin.

Kata Saladin, saat tiga mayat tersebut ditemukan di lokasi terpisah. “Jadi korban menyewa dua ruko, mayat perempuan dan anak lelaki ditemukan di salah satu ruko, dan mayat lelaki dewasa di ruko lainnya,” tambah Saladin.

Polisi, sambung Saladin, menduga mayat ketiga korban tersebut adalah korban pembunuhan. Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan ini, apakah perampokan atau tidak.

“Sejauh ini belum ada bukti yang kita temukan di lokasi. Namun, sepeda motor korban tidak ada di tempat, tapi dua unit mobil milik korban masih ada,” bebernya.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, pihaknya menduga pelaku pembunuhan adalah orang dekat. “Kita duga pelakunya orang dekat, paling tidak kenal dengan korban. Karena dia mengunci dari luar ruko tersebut,” katanya.

Hingga Selasa dini hari petugas Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Mayat tiga korban tersebut dievakuasi ke RSUZA pada pukul 03.00 Wib dengan menggunakan dua ambulan.(red)

SHARE