Pendapatan RPH Kota Medan Masih Dari Upah Pemotongan Hewan

46

MEDAN, Sumut24.co
Pendapatan Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Medan masiha didapat dari upah pemotongan hewan yang dipotong di Rumah Potong Hewan Kota Medan.

Sementara potensi hewan yang dipotong di RPH Kota Medan sangat minim, yakni dengan rata-sata perhari Sapi/ Kerbau rata 15 ekor dan dan Babi 102 ekor. Hal itu disampaikan Direktur Utama PD RPH Kota Medan Isfan F. Fachruddin. menjawab wartawan Kamis (9/5/2019).

Dikatakannya, berdasarkan Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah lainnya tekait kewenangan PD RPH Kota Medan dalam hal pemeriksaan dan pengelolaan pemotongan hewan masih sebatas di lokasi Rumah Potong Hewan, namun untuk diluar itu adalah kewenangan Pemko Medan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan.

“Sejak tahun 2017 sampai sekarang ini, berbagai upaya untuk peningkatan pendapatan pemotongan PD. RPH Kota Medan, misalnya mengajak pengusaha ataupun pihak swasta dalam mendirikan penggemukan dan pasar hewan sapi ataupun kambing, namun belum berhasil. Karena menurut hemat kami pendapatan PD RPH Kota Medan ini dapat meningkat signifikan jika dibuat pasar hewan di lahan PD RPH Kota Medan seluas +/- 5.2 hektar itu,” ucapnya.

Disebutkannya, selain itu, sebagai satu satunya rumah potong hewan milik pemerintah kota Medan dan satu satunya RPH yang memiliki sertifikasi halal dari MUI Sumut, untuk melakukan penertiban pemotongan hewan diluar RPH, adalah merupakan kewenangan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan dan organisasi perangkat daerah terkait. Maka pihaknya meminta bantuan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan melibatkan Dinas Satpol PP dan OPD terkait dapat membentuk tim Penertiban tersebut.

“Sebab potensi pemotongan hewan diluar PD RPH Kota Medan untuk Sapi mencapai + 30 ekor perhari, Kambing + 100 per hari dan Babi + 70 ekor perhari. Sementara potensi kebutuhan konsumsi daging sapi untuk masyarakat kota Medan mencapai + 7.000 kg perhari atau sekitar 4o ekor perhari , daging kambing mencapai + 1.000 kg atau 120 ekor perhari. Sedangkan daging Babi mencapai + 8.500 kg atau 172 ekor perhari,” ungkap Isfan yang didampingi Direktur Umum, SDM dan Keuangan Ainal Mardiah, SPd, Msi.

Diharapkannya, keberhasilan dari penertiban itu para pengusaha hewan potong yang menjual dagingnya di pasar-pasar wilayah Kota Medan wajib melakukan pemotongan melalui RPH Kota Medan. Sehingga konsumsi masyarakat terhadap daging Halal dan Aman, sehat utuh dan higienis (Asuh) dapat terjamin. Selain PD RPH Kota Medan dapat meningkatkan Pendapatan dan diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah Kota Medan.

Dijelaskannya, Sejak pergantian Direksi tahun 2017 sampai saat ini PD RPH Kota Medan tidak ada menerima dana dari APBD Pemko Medan, baik untuk penyertaan modal ataupun yang lainnya. Maka belanja PD RPH Kota Medan hanya dari pendapatan yang kadangkala minus dan pas pasan. Sehingga untuk gaji karyawan dan direksi sering terlambat, namun tetap dibayar. (Red)

Loading...