Penadah Kayu Labura Ngaku Dari Divisi Hukum Mabes Polri

0
1157

LABURA | SUMUT24
Keberadaan penadah Ilegal Loging ( Kayu Ilegal)  di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) sepertinya makin merajalela. Anehnya penadah Kayu Ilegal itu hingga saat ini tidak tersentuh hukum.
Salah seorang penadah Kayu Ilegal Budi Munthe, warga Desa Merantiomas, Kecamatan NA IX-X  bebas melakukan transaksi jual beli kepada pelanggannya.
Amatan wartawan, setiap hari Budi Munthe melintasi Jalinsum Aek Kota batu, bahkan melewati Mapolsek NA IX-X.
Sedikitnya kayu ilegal berupa bahan jadi seperti papan maupun broti bekisar 1/2 ton hingga  1 ton diangkut menaiki pick up double cabin warna silver keluar dari Desa Merantiomas melewati Jalinsum Aek Kota Batu. Dalam satu hari Budi Munthe mampu mengangkut bahan ilegal itu sebanyak 4 kali, diduga dalam satu hari kayu ilegal tersebut terjual mencapai 3 hingga 4 ton.
Dari pantauan, kayu Illegal itu diantar ke pelanggannya di daerah Kampung pajak, Desa Kampung Selamat hingga ke Kecamatan Marbau.
Saat ditanya wartawan, Budi Munthe mengaku dari divisi Hukum Mabes Polri.
“Aku juga uda masuk anggota Radar Devisi Hukum Mabes Polri,” kata Budi Munthe dalam pesan singkatnya kepada SUMUT24, Minggu (17/4).
Informasi di dapat, Kayu Ilegal tersebut berasal dari hutan di daerah Desa Rombisan dan Desa Sibito Kecamatan Aek Natas. Budi Munthe menampung Kayu Ilegal dimaksud dari agen maupun perambah hutan di daerah tersebut.
Kemudian Budi Munthe mencari pelanggan, berapa ton pesanan hingga ukuran kayu yang diminta,langsung mengantar ke tempat tujuan.
Kapolsek NA IX-X AKP R.Siregar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat selulernya ,Senin ( 18/4) belum menanggapi pertanyaan SUMUT24.(In)