Pemprovsu Dukung Migrasi TV Analog Ke ASO, Ini Kata Kaiman Turnip

0
220

Medan I Sumut24.co
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara, mengatakan, Adanya Migrasi TV Analog ke TV Analog Switch Off (ASO) yang sedang didengung-dengungkan pemerintah melalui Kemen Kominfo sangat kita apresiasi dan kita dukung dalam rangka memberikan pelayanan siaran maksimal kepada masyarakat, Tegas Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Kaiman Turnip kepada Wartawan, Kemarin.

Menurut Kaiman, Tanpa dukungan dan sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat, Migrasi ke ASO bakal tidak sesuai dengan harapan kita bersama. Makanya peralihan tersebut harus didukung berbagai stakeholder demi suksesnya migrasi ke ASO tersebut, ucapnya. Pemerintah provinsi mendukung penerapan ASO tersebut. Karena ASO ini memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang akan memberikan kualitas penyiaran yang lebih baik dan lebih berkualitas, katanya.

Lebihlanjut Kaiman, Apalagi Saat ini Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan pada 2 November 2022 mendatang seluruh siaran televisi telah beralih ke digital sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, ucapnya. Seperti halnya, Untuk Tahap I : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 30 April 2022 yakni meliputi, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara l, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, ucapnya. Untuk Tahap II : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 25 Agustus 2022 yakni, Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Medan, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi. Dan untuk Tahap III : Daftar wilayah dengan penghentian siaran TV Analog tanggal 2 November 2022, ucapnya.

Sebagaimana dikutip dari situs Kominfo, untuk menonton siaran TV digital perlu penyesuaian perangkat. Bila perangkat TV di rumah sudah ada tuner standar DVB T2 di dalamnya, cukup lakukan scanning ulang saja.

Bila pesawat televisi masih analog dan tidak berencana mengganti pesawat televisi, cukup menambahkan Set Top Box (STB) DVBT2, lalu merangkaikannya alias dihubungkan dengan televisi.

Cara menghubungkannya dengan pesawat televisi sangat mudah, yakni bisa melalui kabel HDMI atau kabel RCA (warna merah, kuning, putih). Setelah terhubung, tinggal mengikuti petunjuk pengaturan dan scan program. Otomatis siaran TV Digital bisa tertangkap dan dinikmati di TV analog.

Salah satu cara melakukan pengecekan keberadaan dan kekuatan siaran TV Digital, yaitu melalui aplikasi sinyal tv digital yang tersedia di android/ios.

Peralihan siaran TV analog ke siaran TV digital telah dijelaskan dalam Undang-undang Cipta Kerja Pasal 72 angka 8 (sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran) bahwa batas akhir penghentian siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

Batas akhir tersebut dicapai secara bertahap. Ada tiga tahapan pengakhiran menurut Peraturan Menteri Kominfo No.6 tahun 2021 (yang telah direvisi dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 11/2021) tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Tahap pertama, 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap terakhir 2 November 2022.

ASO juga pelaksanaan Kementerian Kominfo terhadap lima arahan Presiden Joko Widodo tentang percepatan transformasi digital di Indonesia. “Tahun 2020 presiden menginstruksikan lima hal untuk percepatan transformasi digital Indonesia. Arahan pertama itu adalah percepatan infrastruktur. Semula Kominfo menargetkan pembangunan infrastruktur selesai 2030, tetapi karena pandemi, masyarakat perlu internet, arahan dari presiden menjadi tiga tahun. Tadinya akan dibangun 10 tahun, namun kemudian dibangun tiga tahun.

Bersamaan dengan percepatan pembangunan infrastruktur ini, Kominfo melakukan penataan frekuensi. Penghentian siaran TV Analog untuk selanjutnya beralih ke siaran TV Digital merupakan bagian penting dalam penataan tersebut.

“Tanpa ada penataan ulang frekuensi, kehadiran internet cepat ya susah. Dengan adanya penataan ulang ini tersisa frekuensi untuk akses internet. Frekuensi yang tadinya secara boros dipakai untuk penyiaran, bisa dihemat dan penghematan digunakan untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Salah satunya internet yang luas dan merata.

Begitujuga, Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, menegaskan DPR mendukung penuh migrasi ke siaran TV Digital. Beragam manfaat langsung maupun tidak langsung pasti didapatkan masyarakat dan negara. “Manfaatnya demokratisasi akan menjadi lebih baik. Siaran TV Digital mendorong keragaman konten. dengan demikian ada beragam informasi, lebih kaya pemikirannya karena banyak konten siaran yang diharapkan,” ujarnya.

Selain keragaman konten, harapannya dengan peralihan ke siaran TV Digital bisa muncul juga keragaman kepemilikan. Untuk mulai masuk ke industri penyiaran, pemain baru di industri pertelevisian bisa lebih mudah masuk.

“Indonesia ada 270 juta penduduk lebih, sebetulnya dikuasai beberapa gelintir yang punya hak untuk menayangkan sesuatu. Dengan digitalisasi, diharapkan lebih banyak lagi. kanal lebih banyak lagi, dan tidak terlalu lebih mahal menjadi pemilik stasiun TV,” kata Meutya.

Terkait bantuan STB untuk Rumah Tangga Miskin (RTM), masyarakat perlu mengetahui bahwa bantuan itu hanya diperuntukan bagi RTM yang masuk di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos. Bantuan dikirimkan langsung dari rumah ke rumah. Dengan demikian diberitahukan tidak ada pendaftaran atau antrian mendapatkan STB Bantuan.

Bantuan STB gratis berasal dari penyelenggara MUX, baik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) maupun Lembaga Penyiaran Swasta (LPS). Sedangkan dalam hal penyediaan alat bantu penerimaan siaran (STB) tidak mencukupi, maka dapat berasal dari Pemerintah sesuai PP 46 Tahun 2021.

Masyarakat Sumatera Utara kembali mendapat penjelasan bahwa beralih ke siaran TV Digital itu mudah. Pertama dengan memeriksa pesawat televisi. Jika sudah memiliki tuner standar DVBT2 di dalamnya, otomatis bisa menangkap program-program siaran TV Digital.

Jika setelah memindai ulang program dan siaran masih sama seperti sebelumnya, berarti pesawat televisi masih analog. Pesawat TV analog memerlukan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVBT2 agar bisa menangkap sinyal TV Digital. Setelah STB dirangkaikan dengan televisi lama atau tabung, siaran TV digital akan tertangkap di pesawat televisi.

Pastikan saat membeli STB atau pesawat televisi digital ada keterangan produk telah tersertifikasi Kementerian Kominfo. Tanda sertifikasi memberikan jaminan kesesuaian teknologi, spesifikasi teknis dan keamanannya. Bila teknologi atau spesifikasi teknisnya berbeda, perangkat tersebut belum tentu bisa menangkap siaran TV Digital di Indonesia secara optimal.red2