Pemko Tak Punya Tempat Relokasi Selain MMTC

342

MEDAN | SUMUT 24

Hingga kini pemko Medan belum meiliki tempat lain untuk merelokasi pedagang aksara. Untuk itu pemko hanya bisa berencana merelokasi pedagang aksara ke lokasi MMTC. Sementara itu, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan selaku badan yang menaungi pasar tradisional di Medan tak bisa berbuat banyak, sebab penentuan relokasi tersebut hanya pemko yang bisa melakukannya.

“Sejauh ini pemko tetap memilih MMTC sebagai tempat relokasi pedagang Aksara, dan memang tak ada lagi tempat lain. Kita pun hanya bisa menunggu keputusan dari pemko lah,” ujar Dirut PD Pasar Benny Sihotang, Kamis (4/8).

Menurutnya, sejauh ini pihak pemko memang belum ada memikirkan tempat relokasi lain. Kalau pun ada rencana di tempat lain, hal itu butuh pertimbangan lagi.

Sementara itu, mendengar adanya pendapat tersebut, para pedagang aksara tentu menolak keras jika direlokasi ke MMTC. Tak tanggung, mereka juga mengancam akan menggelar aksi demo terus-menerus dan tetap berjualan di sepanjang pinggir Jalan Aksara Medan.

“Selama nasib relokasi kami belum juga jelas, kami akan terus demo dan jualan disini. Untuk itu, sampaikan sama bapak walikota bahwa kami tak mau direlokasi di MMTC, tolong dengar jeritan para pedagang ini pak wali,” ujar Nur Lubis salah satu pedagang korban terbakarnya pasar Aksara.

Ia mengaku, lokasi pasar Aksara sangat strategis untuk berjualan sehingga jika di relokasi ke tempat lain ada ke khawatiran pembeli nantinya sepi. Di MMTC lokasi itu cukup jauh sehingga sangat merugikan pedagang. Terkait jika ada penertiban dari Satpol PP, para pedagang mengaku sudah berbicara dengan Kasatpol PP Medan, Sofyan. Bahwa Sofyan mengijsssinkan pedagang berjualan dipinggir jalan selama tempat relokasi belum jelas.

Sebelumnya, Komisi C DPRD Kota Medan telah mengeluarkan rekomendasi terkait penundaan relokasi pedagang ke MMTC tersebut. Anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Salman Alfarisi, meminta kepada Pemko Medan untuk tidak merelokasi pedagang tanpa ada persetujuan dari para pedagang.

“Sebelum Pemko Medan merelokasi pedagang, Pemko Medan harus meminta persetujuan pedagang, sekurang-kurangnya 50%+1 dan membuat persetujuan lain dengan para pedagang,” ungkapnya.

Salman menambahkan, saat meminta persetujuan dengan pedagang Aksara itu akan menjadi momen bagi para pedagang untuk bisa berkomunikasi, membuat persetujuan-persetujuan terkait relokasi ke MMTC itu. Karena selama ini, pedagang Aksara kesulitan bertemu dan berkomunikasi dengan Pemko Medan untuk mendapatkan titik temu.

“Alasan pedagang tidak mau dipindahkan ke MMTC kan karena pedagang takut dagangannya tidak laku di sana. Itu berarti, pedagang mau pindah ke MMTC asalkan ada jaminan dari Pemko akan ada banyak pembeli disana. Perjanjian itulah yang harus dibuat agar pedagang mau pindah ke MMTC,” pungkasnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota lainnya, Zulkifli Lubis, menyanyangkan sikap Pemko Medan yang tidak melibatkan pedagang Aksara dan anggota dewan dalam memutuskan lokasi relokasi pedagang ke MMTC tersebut. Terlebih lagi, Pemko Medan berencana akan menggunakan anggaran tak terduga dari APBD Kota Medan untuk merelokasi pedagang Aksara ke MMTC tersebut.

“Kenapa bisa keputusan itu ditetapkan oleh Pemko Medan saja, tanpa melibatkan dewan. Harusnya dewan dilibatkan juga, karena Pemko menggunakan anggaran tak terduga,” ujarnya. (w07)

Loading...