PEMKO SOLOK TERUS BERUPAYA CEGAH PEMUTUSAN MATA RANTAI COVID-19

144

Solok |Sumut24

Masa pandemi masih juga belum berakhir,korban dari virus alias lawan yang tak terlihat ini semakin hari semakin menambah ,walaunpun banyak diantara korban yang sembuh tetapi virus ini telah membuat semua situasi dan kondisi di tengah tengah masyarakat kacau bahkan banyak dari masyarakat,pengusaha, pedagang mengeluh

Sungguh lawan yang tak terlihat alias Covid -19 telah membuat masyarakat sangat resah ,hal ini tidak hanya terjadi di luar negri ,bahkan Indonesia tak terkecuali di Kota Kecil ini,yaitu Kota Solok yang berada di persimpangan jalan yang mana Kota Solok bisa di tuju dari segala penjuru sehingga memudahkan penyebaran virus Covid ini berkembang.

Oleh karenanya dengan berbagai upaya dan strategi yang dilakukan oleh Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah serta unsur Pimpinan Musyawarah Daerah untuk mencegah pemutusan mata rantai Virus Covid-19 diantaranya dalam pemerintahan di bentuk tim gugus tugas pemberantasan Covid -19 yang melibatkan semua dinas dan instansi serta wartawan ,organisasi dan lain sebagainya .

Walikota Solok H Zul Elfian SH.MSi saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan.pasca pengumuman kasus positif virus covid-19 oleh pemerintah pada 2 Maret 2020 lalu,Pemerintah Daerah Kota Solok terus meningkatkan upaya dan langkah langkah untuk menekanpenyebaran covid-19.mulao dari membatasi hubungan sosial (sosial distancing),membatasi hubungan kontak fisik(,physical distancing)dengan mengimbau seluruh ASN dan pegawai honor di lingkup kota Solok untuk melakukan pembatasan aktivitas di kantor dengan menganjurkan untuk bekerja di rumah

Selain itu Kebijakan pemko terkait New Normal atau pola hidup baru tentunya tidak terlepas dari upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah selama ini dalam menangani penyebaran Covid-18 yaitu perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktifitas normal,tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan virus

Dari aspek protokol kesehatan Walikota Solok Zul Elfian menjelaskan bahwa kemenkes mematok suhu 38 C sebagai titik demam. Jika ada masyarakat yang demam atau mengeluh sakit,Pemerintah Kota Solok merujuk mereka yang demam ke rumah sakit penanganan Covid di Banda Panduang

Kemudian, pemerintah juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Untuk kondisi darurat, bila bersin atau batuk di area umum tutuplah mulut dengan siku bagian dalam atau lengan baju bagian atas. Masyarakat yang sakit juga dihimbau untuk tidak menggunakan transportasi umum untuk meminimalisir kemungkinan risiko penyebaran penyakit.

Perkembangan terakhir kasus positif covid-19 di Kota Solok terus melonjak ,kondisi ini membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang sangat serius dari seluruh jajaran birokrasi dan seluruh lapisan masyarakat.dalam hal ini di wajibkan keteladanan pegawai dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19

Zul Elfian menambahkan ,seluruh pegawai di lingkungan pemko Solok wajib mengenakan masker dengan benar selama bekerja atau selama berada di ruangan kerja atau kantor,pemko Solok juga mewajibkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan pencegahan covid-19 dan pemko Solok mewajibkan instansi pelayanan menolak pengguna jasa layanan yang tidak mengenakan masker.jelas Wako Solok

Sekretaris daerah kota solok
Sekretaris daerah selaku sektaris Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Solok Drs H.Syaipul A.msi melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok menyampaikan Terkait penanganan Covid -19 Dikota Solok pada hari ini tanggal 13 Agustus 2020 sesuai dengan tim informasi gugus Kota Solok adapun total warga Kota Solok yang terkonfirmasi Covid -19 sebanyak 49 orang yaitu sembuh sebanyak 10 orang,isolasi mandiri 25 orang,isolasi BPSDM 5 orang dan isolasi posko Banda panduang sebanyak 9 orang

Untuk wilayah Kecamatan Lubuk Sikarah saat ini terdapat pasien terkonfirmasi sebanyak 25 orang dengan jumlah sembuh 7 orang .sedangkan untuk wilayah Kecamatan Tanjung Harapa. Berjumlah 24 orang dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 3 orang

Juga di jelaskan oleh kadis kesehatan Kota Solok kesembuhan pasien terpapar Covid tentunya tidak terlepas keikutsertaan kita memberikan dukungan dan motivasi kepada mereka terutama keluarga,kerabat dan lingkungan sekitar karna bagaimanapun juga jika terkonfirmasi positif Covid -19 bukanlah sebuah aib sehingga harus di musuhi apalagi di kucilkan ,akan tetap sebaliknya,dukungan dan peran serta kita ikut membantu percepatan pemulihan kondisi setiap pasien terkonfirmasi terutama yang menjalani isolasi mandiri

Proses pemulihan akan semakin cepat jika psikologis pasien baik,sehingga membantu meningkatkan daya imunitasnya yang sangat di perlukan dalam.melawan virus

Untuk itu mari kita berikan dukungan baik langsung maupun tidak langsung ,semoga semakin hari makin bertambah tingkat kesembuhan saudara saudara kita yang terkonfirmasi positif tersebut

Melihat kondisi ini,kadis kesehatan kota Solok berharap dan meminta kepada masyarakat agar masyarakat disiplin menjalani protokol kesehatan untuk mengatasi perkembangan covid-19 seperti pakai masker,hindari kerumunan,sering cuci tangan dan pulang dari kerimanan atau dari manapun ganti pakaian dan langsung mandi serta hindari beli makanan yang terbuka.ingatkan pelayan makananuntuk tetap pakai masker dan dilarang keras pelayan makanan bicara di depan makanan ,walaupun pakai masker.

Tetaplah jaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh melalui penerapan pola hidup sehat dan perilaku hidup bersih dan marilah kita konsisten dan disiplin mematuhi semua protokol kesehatan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.marilah kita semua dapat menjalani adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif aman covid-19 dengan saling mengingatkan.lindungi diri kita karena dengan melindungi diri kita dengan sendirinya kita telah melindungi orang lain .jelas kadis kesehatan kota solok

Agar kondisi tidak semakin parah roda perekonomian harus tetap berjalan dengan tetap.mengedepankan protokol kesehatan .kantor dan masyarakat memiliki kontribusi besar dalam.memutus mata rantai penyebaran Covid -19 karena interaksi umumnya disebabkan adanya aktifitas bekerja.tempat kerja atau kantor dengan populasi atau mobilitas yang tinggi memiliki resiko penularan yang cukup tinggi

Seperti tampak di setiap kantor dan dinas serta instansi yang ada di Kota Solok di pintu masuk tempat kerja di lakukan pengukuran suhu dengan menggunakan thermogi dan pengaturan waktu kerja tidak terlalu panjang yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat yang dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan/imunitas tubuh.

Sementara ada juga yang menerapkan shif dan di setiap kantor mewajibkan pekerja menggunakan masker sejak perjalan dari/ ke rumah dan selama di tempat kerja serta mengatur asupan nutrisi makanan yang di berikan oleh tempat kerja pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin c untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh dan jika memungkinkan pekerja dapat di berikan. Suplemen vitamin c. Juga tampak di setiap kantor menyediakan handsanitizer dan hygiene sanitasi lingkungan kerja,sarana cuci tangan,physical distancing dalam semua aktifitas kerja.dan pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja,pengaturan kursi dan lain lain).(***)

Loading...