Pemko Medan Ingin Hadirkan Pasar Modern Lengkap Jadikan Pasar Induk Tempat Berdagang Nyaman

0
1117

Medan|SUMUT24

Pemko Medan ingin menghadirkan pasar modern terlengkap di Kota Medan. Itulah salah satu alasan utama dibangunnya Pasar Induk di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.

Pasar yang dibangun di atas lahan seluas 12 hektar ini diharapkan dapat menjadi tempat berdagang yang nyaman sekaligus merekatkan kembali hubungan antara pedagang dengan pembeli.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi ketika menghadiri perayaan ulang tahun pertama Pasar Induk, Sabtu (2/4) malam.
Perayaan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution, sejumlah pimpinan SKPD, Dirut PD Pasar Kota Medan, Beni Sihotang, Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting, serta ribuan pedagang sayuran dan buah.

Wali Kota berpesan kepada seluruh pedagang supaya selalu menjaga serta merawat bangunan Pasar Induk dan lingkungannya tersebut. Hal itu penting dilakukan agar senantiasa bersih dan rapi, sehingga para pembeli yang datang akan merasa nyaman dan selalu akan kembali berbelanja di Pasar Induk.

“Percayalah Pemko Medan selalu akan melahirkanm solusi atas persoalan yang melanda Pasar Induk. Untuk itu saya berharap kepada seluruh pedagang tetap bersabar dan terus bedagang di sini,” kata Eldin.

Melihat geliat Pasar Induk saat ini, Eldin yakin akan berkembang lebih baik lagi ke depannya. Apalagi Pemko Medan dan para pedagang terus bekerjasama untuk memajukan Pasar Induk.

Perayaan hari jadi pertama Pasar Induk sangat meriah. Ribuan pedagang yang selama ini sibuk melakoni transaksi jual beli mulai tengah malam sampai pagi hari untuk sementara melupakan aktifitas tersebut. Mereka dengan penuh suka cita dan kegembiraan menikmati aneka hiburan mulai lagu yang dilantunkan penyanyi Karo serta beberapa etnis lainnya sampai tari-tarian.

Sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih sekligus penghormatan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas kehadiran sekaligus telah menyediakan lokasi berjualan yang cukup baik di Pasar Induk, para pedagang pun memberikan beka buluh (kain tenun khas Karo seperti ulos). Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Wali Kota.

Setelah itu Wali Kota pun didaulat para pedagang untuk menyanyi. Lagu pertama, Eldin melantunkan lagu Anak Medan. Sedangkan lagu kedua, ia menyanyikan lagu Karo berjudul Biring Manggis berduet dengan Camat Medan Tuntungan sehingga mengundang perwakilan ibu-ibu pedagang menari.

Pasar Induk Rumah Kita
Kepala Pasar Induk, Edi Suranta Sembiring mengaku, transaksi jual-beli di Pasar Induk semakin bergeliat. Dia yakin apabila para pedagang yang masih menggelar Lapak di seputaran Jalan Sutomo dan sekitarnya bergabung, dipastikannya para pembeli akan semakin banyak lagi yang datang. Untuk itulah dia mengajak para pedagang yang masih bertahan di Jalan Sutomo mau bergabung di Pasar Induk.

Dijelaskan Edi, kapasitas Pasar Induk saat ini lebih dari cukup untuk menampung seluruh pedagang yang masih berjualan di Jalan Sutomo dan sekitarnya. Sebab, baru 50 persen dari total kapasitas Pasar Induk yang terisi pedagang.

Mengenai harga tempat, Edi mengatakan bervariasi. Untuk sub grosir Rp.9 juta, grosir Rp 7 juta dan untuk pengecer Rp.5 juta. Menurut Edi, sebenarnya para pedagang yang masih berjualan di Jalan Sutomo telah membeli tempat di Pasar Induk.

“Sebagian ada yang tidak menempatinya, sedangkan sebagian lagi diisi oleh anak atau suaminya. Pedagang itu sendiri memilih bertahan berjualan di Jalan Sutomo,” paparnya.

Sementara itu Ketua Pedagang Pasar Induk, Sisca Laura Br Sembiring mengaku sangat senang atas kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Hal ini membuktikan kedua pejabat tinggi Pemko Medan itu peduli dan perhatian dengan pedagang. Atas dasar itulah dia mengajaks eluruh rekan-rekannya sesama pedagang untuk menjaga dan merawat Pasar Induk.

(dio)