Pedagang Sutomo Jangan Mau Diprovokasi , Kapolresta: Kami Bukan Polisi Pasar

839

MEDAN-SUMUT24

Demo besar-besaran yang terus dilakukan ratusan pedagang Pasar Sutomo, disinyalir didalangi atau dibacking oknum cukong dan preman yang tak mau lahan cari makannya terusik.

“Saya imbau kepada bapak dan ibu pedagang agar tidak terprovokasi. Pasar Sutomo ini masalah yang tidak selesai-selesai. Saya yakin, pasti ada pihak-pihak tertentu yang membonceng dan mencari keuntungan,” tegas Ketua Fraksi partai Golkar di DPRD Medan, Ilhamsyah dihadapan pedagang pasar Sutomo yang demo ke DPRD Medan, Senin (28/3).

“Diduga ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memanas-manasi pedagang. Para pedagang sebenarnya tidak perlu repot-repot turun ke jalan. Apalagi, sampai menutup jalan dengan mobil bak terbuka,” ujar Ilhamsyah.

Masih dikatakan wakil rakyat ini, “Coba kalau datang perwakilannya saja lima sampai sepuluh orang, tentu kan bisa kita bicarakan bersama bagaimana solusi ke depannya,” ungkap Ilhamsyah.

Jika pedagang turun ke jalan, kata Ilhamsyah, banyak masyarakat yang dirugikan. Selain menimbulkan kemacetan, demo dengan memblokade jalan juga mengganggu ketertiban.

“Yakinlah, hari ini kami akan berhadapan dengan Pemko Medan untuk mencarikan solusinya. Jadi, saya imbau sekali lagi agar bapak ibu tidak terprovokasi,” ungkap Ilhamsyah.

Hal senada juga disampaikan Godfried Efendi Lubis. Perwakilan dari Komisi C DPRD Medan ini menduga ada oknum-oknum tertentu yang sengaja mengkoordinir pedagang.

“Ini banyak penumpang gelapnya. Ada backing-backing dan tauke di belakang ini yang punya kekuatan. Kami berharap, pedagang bisa mengerti untuk sama-sama mencari solusinya,” ungkap Godfried.

Kami Bukan Polisi Pasar

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Kota Medan, Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto mengaku prihatin dengan persoalan pedagang di Sutomo. Namun, ia juga mengeluh karena persoalan ini berkepanjangan.

Saat menggelar pertemuan dengan pedagang di ruang transit DPRD Medan, kemarin, Mardiaz mengatakan karena mengurusi persoalan pedagang, Polresta Medan terpaksa mengenyampingkan sejumlah tugas pokoknya.

“Kami juga sebenarnya punya program kerja. Mulai dari memberantas preman dan memberantas narkoba. Kami ini bukan polisi pasar Pak, Bu,” kata Mardiaz di hadapan para pedagang.

Menurut Mardiaz, demi mencari jalan keluar persoalan pedagang, Polresta Medan sempat meminta data jumlah pedagang yang ada di pasar Sutomo. Sayangnya, hingga saat ini, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan tak kunjung memberikan data para pedagang.

“Sekarang bagaimana caranya menampung aspirasi dan mencari solusi dari Pemerintah Kota Medan. Kami juga enggak bisa mem-back up Satpol PP,” ungkap Mardiaz.

Ia berjanji, Polresta Medan bersama DPRD Medan akan menekan Pemko Medan untuk mencari solusi bagi para pedagang. Ke depan, diharapkan semua pihak bisa kembali menggelar pertemuan di gedung DPRD Medan.
Pedagang Minta Perlindungan ke Dewan

Sementara itu, ratusan pedagang Pasar Sutomo berbondong-bondong mendatangi gedung DPRD Medan. Kehadiran mereka tersebut meminta anggota dewan menjadi fasilitator atas kerugian yang mereka alami.

Salah seorang perwakilan pedagang, Zulkifli Lubis, mengaku kalau Pemko Medan tidak punya perasaan saat menertibkan para pedagang. Pasalnya barang-barang yang ada diangkut Satpol PP, termasuk barang pribadi seperti becak barang.

Pedagang juga menilai, tidak ada pendekatan persuasif yang dilakukan Pemko Medan kepada para pedagang. Padahal, sudah puluhan tahun pedagang berjualan di lokasi tersebut.

“Dengan adanya penggusuran beberapa hari ini, pedagang banyak terluka tapi tak terekspos. Alangkah sedihnya kami hanya untuk berjualan di situ, harus mengorbankan banyak. Lebih baiknya bila lokasi itu ditata. Mungkin kami tidak bisa dipindahkan ke Lau Cih (pasar induk). Karena menurut kami lokasi itu bukan untuk pedagang sayur, tapi untuk mengkarantina pedagang. Di sana layaknya untuk beternak,” ungkapnya dalam pertemuan di gedung DPRD Medan, Senin (28/3).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli, berjanji akan menyampaikan keluhan para pedagang ke Wali Kota Medan. Dirinya pun menyarankan agar para pedagang mau menempati Pasar Induk. Karena bangunan di sana dibangun untuk menampung para pedagang, yang anggarannya menggunakan APBD Kota Medan.

“Mari kita cari solusi bersama untuk mengatasi masalah ini. Ada tempat 300 lapak yang bisa menampung sementara para Pedagang Sutomo. Mari kita jaga kondusifitas agar Medan tertib,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, menyebutkan tidak ada persoalan yang tidak dapat dipecahkan. “Berikan kesempatan kepada kami untuk membahas masalah dan mengakomodir permasalah yang muncul,” katanya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan, Ahmad Arief menyarankan pedagang untuk sementara mematuhi dahulu aturan Pemko Medan. Pimpinan akan mencari solusi.
Jalan Kapten Maulana Lubis Ditutup Pedagang

Jalan Kapten Maulana Lubis, persisnya di kantor DPRD Medan dan di depan kantor Wali Kota Medan langsung diblokir ratusan pedagang Jalan Sutomo. Mereka menutup akses masuk menggunakan mobil bak terbuka.

Setibanya di depan kantor DPRD Medan, para pedagang yang membawa mobil bak terbuka memarkirkan mobilnya di tengah jalan raya. Akibat kondisi ini, arus lalulintas di sekitar kantor DPRD Medan dan kantor Wali Kota Medan dialihkan.

Salah seorang pedagang yang menolak disebutkan namanya mengatakan, aksi ini semata-mata dilakukan agar pemerintah daerah tahu kondisi para pedagang. Selama ini, kata pedagang, mereka kerap diusir paksa dari Jalan Sutomo.

“Pedagang yang membuka lapak di Jalan Sutomo ini sudah tujuh generasi. Kenapa mesti digusur paksa,” kata seorang pria yang mengaku berjualan bawang.

Menurut pedagang, jika aksinya tidak ditanggapi, mereka akan mengancam membuka lapak di depan DPRD Medan. Mereka tetap mendesak pemerintah Kota Medan untuk tidak tutup mata atas persoalan ini.

“Jangan seenaknya saja mengusir kami. Mungkin pun, belum lagi Wali Kota itu lahir, Pasar Sutomo itu sudah ada,” ungkapnya.

Hingga sore kemarin, suasana di depan Kantor DPRD Medan dan Kantor Wali Kota Medan dipenuhi ratusan pedagang. Mereka tetap ngotot meminta agar mereka tidak digusur. Sementara hasil pertemuan dengan instansi terkait, disepakati agar para pedagang yang tidak tertampung di pasar induk, mau ditempatkan di Pasar Sambu, Pasar Sentosa, Pasar Muara Takus, Pasar Aksara, Pasar Bhakti. Akhinya, sore kemarin sekira pukul 17.00 WIB, ratusan pedagang membubarkan diri dari lokasi demo. (BS/int)

Loading...