Pedagang Pasar Veteran Blokade Kantor Pemko Medan

MEDAN|SUMUT24
Ratusan pedagang pasar Jalan Veteran berunjukrasa ke Pemko Medan dan memlokade Jl.Kapten Maulana Lubis dengan mobil pick up, sehingga arus lalulintas macet total.

Dalam aksinya, para pedagang akan melaporkan Walikota Medan, Drs Dzulmi Eldin, ke Presiden Jokowi karena dianggap telah membohongi pedagang dalam masalah kesejahteraan masyarakat Medan.

“Kita berencana menghubungi Presiden Joko Widodo ke nomor 0812-6200-960 dan melaporkan kondisi miris yang kami alami. Tujuannya agar presiden bisa tahu apa yang dilakukan oleh Walikota Medan, ujar T Silalahi, salah satu pedagang yang melakukan aksi di depan Kantor Walikota.

Dalam orasinya dengan sound system besar, massa tidak ingin dipindahkan ke Pasar Induk Tuntungan. Sebab mereka menilai, keberadaan Pasar Induk Tuntungan adalah produk salah seorang oknum untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Kami mau ditata pak, bukan di pindahkan. Karena di sana tidak ada pembeli,” ucap salah seorang pengunjukrasa, Senin (30/5).

Selain itu massa menuntut pemerintah memperhatikan nasib mereka yang masih bertahan di seputar Pasar Sutomo, karena selalu mendapat intimidasi dari Satuan Polisi Pamong Praja dan masa depan keluarga menjadi terancam.

Sementara itu aksi massa yang disambut, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, menyatakan, relokasi yang dilakukan Pemko Medan memiliki tujuan baik. Bagi pedagang yang terkena dampak penertiban, pihaknya sudah menyediakan tempat di pasar-pasar tradisional yang ada.

“Kita sudah siapkan tempat. Jadi kami mohon bapak ibu menerima tawaran yang diberikan Pemko Medan. Tidak mungkin Pemko Medan memberikan izin kepada bapak ibu, untuk tetap berdagang di lokasi yang akan ditata,” ucapnya.

Massa tidak terima dan menyatakan pedagang tidak meminta apapun selain keadilan. Banyak barang dagangan mereka yang terangkut oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Medan selama proses tarik ulur relokasi berlangsung.

“Kami pastikan berjuang hingga sore. Kami akan buka lapak di sini, kami tak peduli. Daripada digusur, lebih enak jualan di sini biar kami dijaga oleh pak polisi. Mana Pak Eldin, mana janji-janji mu,” teriak masa.

Massa yang tidak terima dengan pernyataan Akhyar, menghujani politisi PDI Perjuangan tersebut dengan kata-kata tidak senang. Namun, karena pernyataan Akhyar disambut teriakan oleh para pedagang, akhirnya orang nomor dua di jajaran Pemko Medan tersebut memilih meninggalkan massa.

Massa yang mayoritas kaum ibu yang datang sejak pagi hari, sempat bertahan hingga pukul 14.00 WIB dan akhirnya menyerah serta membubarkan diri.(W07)