Pebruari 2016 Senilai 47,66 Persen Ekspor Sumut Terbesar Ke Rusia

0
938

MEDAN | SUMUT24
Selama Pebruari 2016, tujuh negara tujuan utama mengalami peningkatan nilai ekspor,terbesar terjadi pada ekspor ke negara Rusia sebesar 11,41 juta dolar AS (Amerika Serikat) atau 47,66%. Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara Wien Koesdiatmono bahwa tertinggi ekspor ke Rusia diikuti Belanda sebesar 9,05 juta dolar AS (46,74%),Bangladesh 6,24 juta dolar AS (46,12%), Tiongkok 19,69 juta dolar AS(40,33%),Kamboja 4,36 juta dolar AS(18,25%), Jepang 2,75 juta dolar AS(8,81%) dan Afrika Selatan 1,01 juta dolar AS.

“Di sisi lain, negara tujuan utama mengalami penurunan nilai ekspor ada 3 yakni Malaysia sebesar 9,02 juta dolar AS(-38,11%), Amerika Serikat sebesar 23,53 juta dolar AS (-28,59%) dan 6,50 juta dolar AS(-11,32%). Secara keseluruhan pada Pebruari 2016,ekspor ke 10 negara tujuan utama naik sebesar 4,58% dibanding Januari 2016,” ujar Wien didampingi Kabid Statistik dan Distribusi Bismark Pardamean Sitinjak kemarin.

Sedangkan peningkatan nilai ekspor terbesar Pebruari 2016 berasal dari golongan tembakau(HS 24) sebesar 5,88 juta dolar AS(22,32 %),yang menurun nilai ekspornya yakni pada golongan kopi, the,rempah-rempah (HS09) sebesar 3,43 juta dolar AS(-9,02 %).

Khusus nilai ekspor melalui pelabuhan muat di Sumut pada Pebruari 2016,kata Wien mengalami kenaikan dibandingkan bulan Januari 2016 yakni dari 565,62 juta dolar AS menjadi 596,85 juta dolar AS atau naik 5,52%. “Jika menurut kelompok negara tujuan ekspor Pebruari 2016, kawasan Asia( di luar ASEAN) lainnya terbesar senilai 209,11 juta dolar AS(35,04%)

Sementara itu nilai impor Sumut pada Pebruari 2016 atas dasar CIF(cost, insurance dan freight) sebesar. 291,85 juta dolar AS atau naik sebesar 6,32 % dibandingkan Januari 2016 mencapai 274,51 juta dolar AS. “Jika dibanding bulan sama tahun sebelumnya nilai impor turun sebesar 16,71%,ujar Wien.

Dia katakan, produk mengalamo peningkatan nilai impor terbesar pada Pebruari 2016 yakni golongan ampas/sisa industri makanan sebesar 13,21 juta dolar AS(191,85%), sedangkan golongan barang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni benda-benda dari besi dan baja sebesar 4,77 juta dolar AS(-30,55%).

“Di Pebruari 2016 tersebut Tiongkok merupakan terbesar yakni 67,75 juta dolar AS dengan perannya mencapai 23,21% dari total impor Sumut, diikuti Singapura sebesar 42,46 juta dolar AS(14,55%) dan Malaysia sebesar 23,67 juta dolar AS(8,11%),”pungkasnya.(nis)