PC PMII Kota Medan Tolak Seruan People Power

235

MEDAN I SUMUT24.co
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Medan, menolak seruan people power untuk menyikapi hasil Pemilu 2019. Apalagi pesta demokrasi lima tahunan tersebut dinilainya berjalan lancar, dan tinggal menunggu rekapitulasi dari KPU.

“Kita melihat sebuah pesta demokrasi ini harus berjalan dengan lancar, tanpa ada provokasi dan intervensi untuk mengubah semua hasil,” kata Ketua PC PMII Kota Medan, Joni Sandri Ritonga bersama Ketua PCNU Medan Burhanuddin usai dialog dan Berbuka puasa PC PMII Medan kepada Wartawan, Senin (20/5).

Lebihlanjut Joni, Dengan menggunakan ancaman people power, justru membuat dan memancing seolah-olah negara gagal menyelenggarakan Pemilu. Ancaman people power juga mencederai spirit demokrasi yang beralaskan konstitusi.

Sebab, seluruh sengketa kepemiluan telah disediakan perangkat penyelesaiannya, yakni melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

Maka ajakan show of force dalam suasana pasca perhelatan demokrasi harus dibaca sebagai upaya pendelegitimasian atas lembaga-lembaga negara, atau bahkan upaya pembangkangan atas negara alih-alih memperjuangkan hak mereka sebagaimana acapkali diucapkan.

“Kita tidak menginginkan historis kejadian sebelumnya, tentang penggerakan masa untuk menggugat ataupun tidak percaya terhadap hasil dari pesta demokrasi dan kekecewaan terhadap pemerintah,” katanya.

Joni mencontohkan beberapa peristiwa kelam yang berlatar benturan politik kekuasaan, mulai dari PRRI/Permesta, peristiwa Madiun 1948, hingga yang paling gelap gerakan 30 September 1965 yang hingga kini masih seringkali menjadi pergunjingan otoritas HAM internasional.

Hal itu amat disayangkan, apabila bangsa ini harus terlempar pada kubangan polemik masa silam, di tengah percepatan pembangunan dan kontestasi ekonomi global yang kian sengit.

Karena itu, PC PMII Kota Medan meminta elite politik tidak perlu lagi melancarkan isu people power, karena memang Pemilu berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu hasilnya dari KPU dan PC PMII Kota Medan akan menjadi garda terdepan menolak gerakan people power yang di gadang gadang di tanggal 22 Mei 2019 ini.

“Mungkin sedikit beberapa titik ada kejadian-kejadian, dan saya pikir pihak kepolisian maupun TNI sudah bisa meredamnya,” katanya.(W03)

Loading...