Pasca Banjir Sungai Babura, Sholat Berjamaah di Mesjid Al-Azhar Berhenti

572
Pasca banjir besar yang terjadi sejak Minggu dinihari (16/9) hingga sore kemarin, pelaksanaan sholat berjamaah di Mesjid Al-Azhar, Jalan Pattimura, Kampung Mandailing, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, diberhentikan sementara. Penyebabnya, hampir 90 persen fasilitas di mesjid tersebut terendam air (kebanjiran).

Medan I SUMUT24

Pasca banjir besar yang terjadi sejak Minggu dinihari (16/9) hingga sore kemarin, pelaksanaan sholat berjamaah di Mesjid Al-Azhar, Jalan Pattimura, Kampung Mandailing, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, diberhentikan sementara. Penyebabnya, hampir 90 persen fasilitas di mesjid tersebut terendam air (kebanjiran).

Ketua Badan Kenaziran Mesjid (BMK) Al-Azhar, Amru Lubis SAg didampingi Nurdin Lubis Pembina BKM yang juga Kepling III Kelurahan Darat kepada wartawan Senin (17/9) mengatakan ketinggian air sangat luar biasa hingga membuat fasiltas untuk pelaksanaan sholat ikut terendam.

“Lantai mesjid yang terbuat dari kayu ikut terendam. Otomatis, semua sajadah yang berjumlah 6 shaf, karpet (ambal) alas sajadah, mukena, kain pembatas shaf laki-laki dan perempuan ikut terendam air air. Alhamdulilah, mikrofon dan amplier bisa terselamatkan,” ujar Amru Lubis.

Sementara itu, fasilatas di luar mesjid terutama kamar mandi pria dan wanita penuh dengan lumpur dan pipa kran air wudhuk patah dan pecah, sehingga air meluber. Pada bagian bawah mesjid, karena model bangunan panggung terlihat sudah dipenuhi lumpur yang mengering dengan ketebalan 25 Cm dan menyebarkan aroma busuk karena penuh sampah.

“Alhamdulillah, inventaris mesjid berupa tenda terpal dan rangka besinya yang disimpan di bawah mesjid tetap utuh tak ikut terserat arus Sungai Babura. Tapi, 80 keping seng bekas dari renovasi mesjid yang diletakkan di bawah mesjid menunggu dijual murah, sebagiannya ikut hanyut dan berserakan,” ujar Amru.

Sementara itu, lapangan bulutangkis di halaman mesjid yang baru sahari disemen dana dari bnatuan donatur, sebagiannya hancur dan semennnya retak-retak. Juga pendopo (gubuk) yang biasanya ditempati penjaga sekaligus tempat rapat para pengurus BKM Al-Azhar juga berusakan.

“Banjir kali ini luar biasa. Kalau banjir pada tahun 2010 lalu, luapan air tak sampai menyentuh lantai dan sajadah. Tapi banjir kali ini, memporak-porandakan 90 persen fasilitas mesjid,” ujar Amru.

Para pengurus BKM Al-Azhar sepakat untuk beberapa hari kedepan, pelaksanaan sholat fardu berjamaah ditiadakan. Sebab, semua sajadah basah dan hampir 50 persen rumah-rumah Pengurus BKM Al-Azhar juga ikut terendam. Sehingga para pengurus BKM masih terfokus membenahi rumah dan perabotannya yang ikut terendam luapan Sungai Babura.

“Kami pengurus BKM Al-Azhar memohon bantuan nonatur untuk kembali bisa membenahi semua fasilitas mesjid yang terendam. Karena selama ini di Mesjid Al-Azhar belum diadakan sholat Jumat, sehingga kotak infak mesjid tak berjalan. Selama ini dana operasional Mesjid Al-Azhar seperti biaya air, listrik, kebersihan hanya dari penitipan dua kotak 2 kotak. Pasca kebanjiran ini, tentu sangat membutukan dana bantuan dari para donatur. Bagi donatur, dermawan yang mau mewaqafkan sebagian hartanya di jalan Allah SWT dan membantu Mesjid Al-Azhar bisa langsung menghubungi ponsel/No WA Ketua BKM Al-Azhar Amru Lubis SAG 081396066378. Segala bantuan yang diberikan kami ucapkan terimakasih, Amin,” ujar Amru Lubis. (R03)