Pasar Ikan Kakap Putih Tambah Devisa Ekspor Sumut

Medan | Sumut24
Di Sumatera Utara, selain kaya akan pertanian, juga kaya akan hasil perikanan. Sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan dan TNI Angkatan Laut sepakat meningkatkan kerja sama mendorong pengembangan budi daya laut khususnya jenis ikan kakap putih yang potensi pasar di dalam negeri dan mancanegara sangat besar.
“Pasar ikan kakap putih bukan saja bisa menambah devisa ekspor atau mendorong perdagangan dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat bisnis budi daya,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto di perairan Belawan, kemarin.
Usai melakukan tabur benih dan panen ikap kakap putih serta penanaman pohon mangrove di kawasan perairan Belawan, kakap putih memiliki pasar yang lebih luas dibandingkan kerapu sehingga KKP mengembangkan di berbagai daerah khsuusnya di Sumut yang dinilai cocok untuk jenis ikan itu.
Selain bisa dijual dalam bentuk segar atau hidup, kakap putih bisa dipasarkan dalam keadaan mati berupa potongan atau filet, katanya. “Potensi juga semakin besar karena pemeliharaan kakap putih juga lebih mudah,” katanya.
Dia menjelaskan, pengembangan budi daya kakap putih bisa dilakukan dengan sistem di alam atau menggunakan keramba jaring apung (KJA) seperti yang sudah dilakukan di Belawan. “Tahun ini diharapkan produksi kakap putih bisa mencapai 10.000 ton dari tahun 2015 yang masih 6.000 ton,” katanya.
Panglima Armada Barat TNI AL, Laksamana Muda, A Taufiq Qurahman, mengatakan, TNI AL siap meningkatkan kerja sama menjaga kedaulatan pangan dengan KKP. “Kalau sekarang kerja sama masih melingkupi sekitar 20 hektare untuk pengembangan kakap putih di kawasan pengawasan Lantamal I, maka diharapkan nantinya bisa mencapai 40.000 hektare,” katanya.
Menurut dia, TNI bukan hanya berfungsi menjaga kedaulatan Indonesia melalaui penjagaan keamanan laut, tetapi juga kedaulatan pangan. “Kerja sama dengan KKP yang sudah berhasil di berbagai daerah dengan budi daya yang berbeda seperti rumput laut, kepiting, udang dan ikan diharapkan semakin memantapkan fungsi TNI AL untuk menjaga kedaulatan pangan dan penjagaan keamaman negara dari sisi laut,” katanya.
Dengan banyaknya masyarakat ikut dalam bisnis budi daya laut, maka kejahatan di perairan laut juga diyakni bisa semakin ditekan karena masyarakat ikut berpartisasi menjaga.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Zonny Waldy, menyebutkan, pada tahun 2014, produksi hasil laut Sumut masih sekitar 45.000 ton atau jauh di bawah potensi yang ada.
Masih rendahnya hasil laut, katanya, karena sistem budi daya laut belum banyak dikembangkan. “Mudah-mudahan dengan budi daya, maka produksi perikanan Sumut melonjak tajam. Apalagi nyatanya ikan kakap putih yang dikembangkan pasarnya sangat luas baik di dalam dan luar negeri,” pungkasnya.(W04)