PARIWISATA HALAL (3)

104

PARIWISATA HALAL (3)
Oleh : Shohibul Anshor Siregar
Menurut Fazal Bahardeen, CEO Crescent rating dan halal Trip, Indonesia berhasil merebut posisi teratas dalam indeks Mastercard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 setelah sebelumnya berada di peringkat kedua. Posisi pertama itu digondol bersama dengan Malaysia, dengan skor 78. Lalu sebuah pertanyaan mendasar muncul, yakni bagaimana beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan muslim? Mengingat potensi sektor ini, penting bagi industri perhotelan untuk

beradaptasi dengan perubahan persyaratan halal untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Menurut CrescentRating, hotel dan restoran setidaknya harus menawarkan makanan halal. Inilah yang terbukti tidak selalu disikapi dengan baik oleh pemerintah dan para pelaku industri pariwisata. Pro dan kontra yang sangat tidak produktif justru menghilangkan

kesempatan emas beroleh rezeki besar Padahal resepnya sangat mudah. Sebuah destinasi dipandang semakin menarik bagi para pelancong Muslim berdasarkan ketersediaan fasilitas sholat, kamar mandi ramah Muslim dan penawaran terkait Ramadhan. Sementara banyak bandara di dunia sekarang menawarkan makanan halal dan ruang sholat, beberapa masih kekurangan fasilitas cuci atau wudhu.Wisata halal adalah bagian dari industri yang ditujukan untuk wisatawan Muslim seperti jaminan setiap produk dan jasa yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan

muslim. Ketentuan yang berlaku secara universal di seluruh negara menyebutkan indikator wisata halal menunjukan paling tidak 6 kebutuhan pokok, yaitu pertama, makanan halal. bebas alkohol, daging babi, dan sejenisnya. Kedua, tersedianya fasilitas ibadah. Ketga, kamar mandi dengan air untuk wudhu. Keempat, pelayanan saat bulan Ramadhan, misalnya santapan

berbuka dan sahur. Kelima, pencantuman label non-halal apabila ada makanan yang tidak halal.Keenam, fasilitas rekreasi yang menjaga privasi, tidak bercampur-baur secara bebas.Global Muslim Travel Index (GMTI) kemudian mengembangkan sebuah standar untuk Crescent Rating dengan gidentifikasi destinasi Ramah Keluarga, tujuan wisata harus ramah keluarga
dan anak-anak, keamanan umum bagi wisatawan muslim, jumlah kedatangan wisatawan muslim yang cukup ramai, layanan dan Fasilitas di Destinasi yang Ramah Muslim (Muslim-Friendly), pilihan makanan yang terjamin kehalalannya, akses ibadah yang mudah dan baik kondisinya, fasilitas di bandara yang ramah muslim, opsi akomodasi yang memadai, kesadaran halal dan pemasaran destinasi, kemudahan komunikasi, jangkauan dan kesadaran kebutuhan wisatawan muslim, konektivitas transportasi udara dan persyaratan visa.Bagaimana adaptasi teknologi untuk mendukung program yang akan mendatang uang besar itu? Tentu perlu investasi juga.

Penulis adalah dosen FISIP UMSU. Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif &

Swadaya (‘nBASIS).

Loading...