PARIWISATA HALAL (1) Oleh Shohibul Anshor Siregar

221
shohibul Anshor Siregar

 

ANDA mungkin tak percaya, wisatawan Muslim tahun ini diprediksi akan membelanjakan US $ 220 miliar. Lepaskan ketidakpercayaan itu segera. Data sudah berbicara lain, di luar kesadaran Anda.

Ibarat sebuah keniscayaan belaka, dan itu sesuai rumus pasar dan berbagai kondisi objektif lainnya, pariwisata halal itu tanpa begitu disadari telah menjadi kategori transaksi dan aktivitas bisnis yang berkembang begitu pesat dalam waktu relatif sangat singkat.

Hal itulah antara lain yang menyebabkan terjadinya perkuatan persepsi di banyak tempat di dunia ini untuk mengadopsi platform Muslim Friendly (ramah-Muslim).

Beberapa faktor yang jarang atau terlambat disadari sebagai penyebabnya, terutama oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia, antara lain ialah: pertama, pertumbuhan kelas menengah (middle class economy) yang terjadi di dunia muslim.

Kedua, Adanya pola adaptasi yang amat berbeda dengan kebutuhan wisatawan muslim di berbagai negara di dunia. Ketiga, keniscayaan mekanisme yang membentuk masa depan dengan teknologi. Keempat, inovasi yang secara kuat memengaruhi permintaan (demand).

Negara berkembang seperti Indonesia (pemerintah maupun pelaku industri kepariwisataan termasuk institusi yang ikut berpengaruh seperti media dan lembaga swadaya masyarakat) umumnya sangat terlambat menyadari fakta-fakta yang berkembang seperti keniscayaan belaka dalam kepariwisataan ini.

Akibatnya rezeki yang seakan bertabur sedemikian rupa gagal mereka fahami, apalagi untukmeraihnya. Padahal kesempatan untuk meraih keniscayaan perubahan kemakmuran itu sebetulnya terbuka lebar bagi mereka.

Bagaimana perkembangan transaksi dalam bidang kepariwisataan ini? Banyak data hasil studi akademis yang tersedia saat ini, yang pada umumnya tak satu pun di antaranya yang menaruh pesimisme atas trend pertumbuhan sektor pariwisata yang mendunia ini.

Menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GTMI) 2017 yang diproduksi oleh Mastercard dan CrescentRating, sebuah konsultan perjalanan ‘ramah halal’, jumlah pengeluaran pelancong Muslim yang diperkirakan meningkat menjadi US $ 220 miliar pada tahun ini antara lain didasarkan pada jumlah wisatawan Muslim yang bakal tumbuh menjadi 156 juta dari 121 juta pada 2016.
Dengan demikian isyu tentang dunia muslim saat ini sebetulnya tak selalu didominasi isyu negatif yang dirancang (oleh
Barat) begitu mematikan seperti intoleransi, radikalisme, terorisme dan lain-lain. Sebagai komunitas penduduk dunia yang paling cepat tumbuh, populasi muslim dunia tak hanya menduduki posisi mayoritas saat ini. Tetapi juga menjadi faktor penting dalam keterbukaan dan peluang dalam ekonomi, tak terkecuali dalam industri pariwisata.

Penulis adalah dosen FISIP UMSU. Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBASIS).

Loading...