Pajak Monja Melati Membara 6 Kios dan Puluhan Lapak PKL Terbakar

MEDAN | SUMUT24
Pasar Melati di Jalan Pelamboyan Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan
Medan Tuntungan, Minggu (24/4) sekira pukul 23.10 Wib terbakar. Belum
diketahui secara pasti penyebab kebakaran, namun kuat dugaan
disebabkan korselting (arus pendek).

Meski tidak ada jatuhnya korban jiwa, enam bangunan kios semi permanen
milik pedagang dan puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), tidak luput
dari amukan sijago merah

Untuk memadamkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Dinas
Pemadam Kebakaran mengerahkan puluhan personilnya dan 12 unit mobil
pemadam kelokasi.

“Sebanyak 12 unit mobil pemadam dan puluhan personil dikerahkan untuk
memadamkan api. Sejauh ini, tidak ada jatuhnya korban jiwa. Untuk
memadamkan api, semua berjalan lancar,” ujar, Marihot Tampubolon Kadis
Pemadam Kebakaran kepada wartawan tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Sementara, Mili Tarigan Kepala Linkungan (Kepling) IV Kelurahan
Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan mengatakan, dua diantara
pemilik ke enam kios yang terbakar yakni milik, Dery Ginting dan
Johanes Ginting.

“Ada penjual bakso, sepatu, sendal, tas dan pakaian,” sebut Mili
Tarigan kepada wartawan sembari menjelaskan, ketika kebakaran, dirinya
sedang berada dirumah keluarganya menghadiri acara. “Saat kejadian,
saya menghadiri acara keluarga,” ucapnya.

Masih dikatakannya, penyebab dari kebakaran masih simpang siur. “Persi
pertama, karena korsleting. Persi kedua berasal dari api lilin yang
dipasang oleh pedagang. Kalau dari api lilin, kondisi listrik saat itu
tidak mati lampu,” ungkapnya.

Amatan SUMUT24 di lokasi kebakaran, personil polisi dan TNI terlihat
melakukan pengamanan guna mengantisipasi terjadinya aksi penjarahan.
Arus lalulintas, untuk sementara ditutup. Petugas pemadam kebakaran,
terlihat masih memadamkan dari sisa api kebakaran.(W02/W06)

=================
Pemerintah Harus Cari Solusi

MEDAN | SUMUT24
Terbakarnya Pasar Monja Melati dini hari Minggu (24/4) mengakibatkan para pedagang kehilangan potensi pendapatan untuk mendapatkan rezeki. Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengungkap apa yang membuat Pajak Melati itu hangus terbakar.

“Karena di masyarakat kita sering terbesit sebuah keraguan penyebab kebakaran yang kerap melanda sejumlah pasar/pajak di wilayah Medan dan Sumatera Utara, apalagi pasar Monja Melati sangat diminati masyarakat kota Medan, disebabkan barang barang bekas yang masih layak pakai,”katanya kepada Sumut24 Senin (25/4).

Ditambahkannya, harus ada yang dilakukan pemerintah pasca terjadinya kebakaran. “Nah itu yang kita tunggu selanjutnya. Kalau bicara kerugian jelas taksiran kerugiannya tidak akan sebesar kerugian materi akibat kebakaran yang terjadi di Medan Plaza sebelumnya,”ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, kebakaran seperti ini juga mengakibatkan pemenuhan sebagian kebutuhan masyarakat khususnya terkait dengan kebutuhan sandang dengan harga terjangkau terganggu. Pedagang disekitar lokasi mengalami kerugian berlipat. Baik yang diakibatkan oleh kerugian materi, serta kehilangan potensi pendapatan karena tidak bisa lagi berjualan.

“Banyak masalah yang timbul karenanya. Dan saya pikir apa yang terjadi di Pajak Melati harus direspon oleh pemerintah segera. Bukan respon memadam apinya saja. Namun mencarikan solusi bagaimana aktifitas ekonomi bisa dikembalikan segera,”pungkasnya.(W04)