No 1 Juara, No 2 Victory

143

MEDAN|SUMUT24

Nomor 1 yang diperoleh pasangan ERAMAS Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah, merupakan nomornya para juara, sedangkan nomor 2 yang diperoleh pasangan DJOOS (Djarot-Sihar) dapat diartikan sebagai lambang Victory (kemenangan). Kedua arti ini, dipastikan mempunyai makna bagi kedua pasangan calon yang akan maju dalam Pilgubsu 2018 mendatang.

“Semua masyarakat Sumut harus datang ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti, dan lakukanlah pencoblosan,” kata Cagubsu Edy Rahmayadi, saat ditanya harapannya kepada masyarakat Sumut, pasca dirinya ditetapkan sebagai Cagubsu yang berpasangan dengan Musa Rajekshah sebagai Cawagubsu, di Hotel Grand Mercure, Selasa (13/2).

“Semua masyarakat Sumut kita ajak untuk membangun Sumut dan melakukan pencoblosan,” tambah Edy Rahmayadi.

Disinggung soal tidak lolosnya JR Saragih dan Ance dalam Pilgubsu 2018 ini, Edy mengaku kalau dirinya merasa prihatin. Menurutnya, semuanya pasti memiliki cita-cita untuk membangun Sumut. Kendati demikian, keputusan itu adalah ketentuan yang dilakukan oleh KPU Sumut. “Yang punya wewenang itu adalah KPU Sumut,”katanya.

Soal peluang dalam pertarungan head to head dengan pasangan DJOSS untuk merebut kursi Sumut 1 di Pilgubsu mendatang, Edy menegaskan kalau pihaknya tetap optimis. Baginya, yang terpenting adalah tetap melakukan kegiatan kampanye sesuai dengan ketentuan KPU.

“Kalau rakyat Sumut mendukung, Insya Allah ERAMAS akan dilantik pada tangal 10 Oktober 2018 mendatang,” katanya.

Soal berkampanye, kepada tim penmenanganya Djarot tetap menekankan untuk selalu bersikap anggun, dialogis yang baik, tata cara berkata yang baik, tidak mudah terprovokasi, tetapi jangan takut apabila ada pelanggaran atau intimidasi, harus dilaporkan.

“Kita menginginkan betul Pilkada di Sumut itu damai dan mencerahkan, kemudian warga juga benar benar bisa menggunakan hak pilihnya dengan tenang di TPS,” kata Djarot yang pada kesempatan itu didampingi calon wakilnya sebagai Cawagubsu, Sihar Sitorus.

Disinggung soal tidak lolosnya pasangan JR Saragih dan Ance dalam Pilgubsu 2018 ini, Djarot menerangkan bahwa JR Saragih itu adalah sahabatnya, dan mengenalnya dengan baik. “Tentu kami bersimpati, tapi prosesnya yang tahu hanya KPU Sumut dan Bawaslu,” ungkapnya.

Soal pertarung head to head untuk merebut kursi Sumut 1 dengan pasangan ERAMAS, Djarot mengatakan kalau hal itu tidak masalah.

“Kita ini ibarat pertandingan bulutangkis, ini pasangan saya (Sihar). Dia kan tinggi, makanya dibagian smes. Sedangkan saya dibagian netting saja,” kata Djarot mengandaikan.

Dalam pertandingan, lanjutnya tentu ada Rule Of The Game atau aturan permainan. Tidak boleh offside. “Ini semua adalah pertandingan saja. Dan kami sudah berlatih bulu tangkis dengan Sihar,” tambahnya.

Soal nomor urut 2 dalam Pilgubsu ini, Djarot mengatakan baginya makna nomor 2 itu adalah salam dua jari, Victory, Peace (Damai), Veni Vidi Vici (Aku datang, Aku melihat, Aku menaklukkan, kalimat populer ini diungkapkan oleh penguasa Romawi Kuno, yaitu Julius Caesar).

Selain hal itu, nomor 2 ini menurut Djarot adalah dua periode untuk Pak Jokowi, karena pasangan DJOSS ini identik dengan salam dua jari.

“Pasangan Djoss ini siap setiap saat. Kutahu yang kau mau,” kata Djarot, saat ditanya soal kesiapan tim pendukungnya yang sudah memampangkan poster foto Djoss dengan nomor urut 2 pada acara itu.

Dalam kesempatan itu, Djarot juga menyampaikan pesannya kepada masyarakat Sumut untuk menggunakan hak pilihnya dan datang ke TPS.

“Satu suara sangat menentukan untuk masa depan Sumut. Kedaulatan ada ditangan masyarakat Sumut. Saya minta seluruh warga Sumut tanggal 27 Juni 2018 datang ke TPS,” pungkasnya.

Sarma: Jangan Saling Hujat, Gembirakan Pesta Demokrasi

Politisi PDI P Sumut Sarma Hutajulu SH, mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk menjadikan pesta demokrasi Pilgubsu 2018 ini menjadi hal yang mengembirakan. Bukan saling hujat.

“Berbeda pilihan sah- sah saja. Pada Pilgubsu yang lalu Golput itu hampir 50 persen. Mari kita minimalisir, Pilgubsu 27 Juni nanti Golput mudah mudahan dibawah 30 persen,” kata Sarma kepada SUMUT24, saat mendampingi tim DJOSS pada acara pencabutan nomor urut paslon, Selasa (13/2).

Anggota DPRD Sumut ini juga menghimbau, agar KPU Sumut dapat mensosialisasikan Pilgubsu ini secara maksimal kepada masyarakat. Sehingga masyarakat punya harapan.

“Saya yakin, dengan Djoss akan menghidupkan kembali aura masyarakat Sumut untuk datang ke TPS. Karena saya yakin, pasangan Djoss ini membawa semangat baru untuk perubahan Sumut,” katanya.

Soal pertarungan head to head pasangan Djoss dengan ERAMAS pada Pilgubsu ini, Sarma menuturkan, kalau dirinya menyakini masyarakat Sumut menginginkan perubahan dan pemimpin baru. Dan sosok itu ada di pasangan DJOSS,” katanya.

Ketua KPU Sumut Minta Tidak Dirayu

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menegaskan, agar tim pasangan calon Gubsu dan Cawagubsu yang bertarung di Pilgubsu 2018 mendatang, tidak merayu pihaknya untuk melanggar nilai dasar perjuangan KPU. Karena, KPU Sumut akan tetap taat kepada azas penyelenggara.

Hal tersebut disampaikan Mulia Banurea sesaat sebelum menutup rapat pleno penetapan nomor urut pasangan calon Gubsu dan calon Wagubsu, digelar oleh KPU Sumut di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2).

“Kami menuntut kepada setiap tim pemenangan pasangan calon, dalam berkampanye yang dimulai dari tanggal 15 February nanti hingga 3 hari sebelum hari pencoblosan, untuk dapat melaksanakan 3 prinsip,” ungkapnya.

Ketiga prinsip itu adalah, dengan prinsip kejujuran, prinsip dialogis dan juga prinsip transparapansi dan akuntabel.

“Kalau kita menjalankan ini semua, tentunya proses demokrasi di Provinsi Sumut pada Pilgubsu mendatang, berjalan secara jurdil, dan masyarakat berdaulat, dan Sumut akan kuat,”katanya.

Dari seluruh rangkaian acara yang digelar tadi, lanjutnya, kita sudah menyaksikan bahwa KPU Sumut tidak melakukan keberpihakan pada salah satu pasangan calon pun.

“KPU sebagai penyelenggara Pilgubsu, harus menjalankan nilai dasar perjuangan lembaga KPU. Yaitu, bekerja profesional, menjaga integritas, kemudian independen tidak berpihak kepada satu pasangan calon. Dengan melakukan seluruh tahapan secara transparan,” tandasnya.

Bawaslu: Jangan Politisasi SARA

Ketua Bawaslu Sumut Safrida R Rahasan mengingatkan, seluruh paslon Pilgubsu 2018, tim pemenangan, relawan dan tim kampanye, yang nanti akan melaksanakan kampanye sesuai yang ditetapkan oleh KPU Sumut yakni dari tanggal 15 February 2018 hingga 24 Juni 2018 mendatang, untuk tidak menggunakan politik uang dalam Pilgubsu 2018. Selain itu, juga tidak melakukan politisasi SARA.

“Hal ini demi terwujudnya Pilgubsu, dan terpilihnya pemimpin yang nantinya di cintai oleh rakyat Sumut . Selain itu, kami juga meminta kepada seluruh masyarakat Sumut untuk melawan politik uang dan politisasi SARA,” katanya, saat menyampaikan sambutan dalam acara rapat pleno terbuka penetapan nomor urut paslon Cagubsu dan Cawagubsu, Selasa (13/2).

Safrida juga menyampaikan, agar paslon tidak menggunakan ASN, TNI , dan Polri dalam kegiatan kampanye, dalam waktu yang sudah ditetapkan oleh KPU Sumut.

Terhadap bahan sosialisasi yang sudah terpasang selama ini sebelum ditetapkan sebagai Cagub dam Cawagubsu, lanjutnya, agar dibersihkan sampai KPU Sumut selesai mencetak bahan dan alat peraga kampanye, sebagaimana yang diatur dalam PKPU .

“Karena, jika tidak dilakukan, maka hal ini bisa dikategorikan sebagai kampanye diluar jadwal,” ungkapnya.

Kepada seluruh tim pemenangan calon,katanya, dengan kesadaran sendiri mencopot bahan sosialisiai yang sudah terpasang, baik di media yang berbayar ataupun di tempat tempat yang menjadi milik publik.

“Kami juga menghimbau agar tidak memasang APK tambahan diuar yang dicetak oleh KPU,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Komisioner Bawaslu Sumut Hardi Munthe menambahkan, bahwa ada 7 kategori yang bisa mendiskualifikasi paslon, salah satunya adalah pemasangan iklan di media cetak dan elektronik, apabila di luar jadwalnya, yakni 14 hari sebelum masa tenang.

“Berikutnya adalah menerima imbalan dari dana asing, APBN atau APBD , itu bisa di disikulaiasfikasi. Nanti dana kampanye akan diaudit oleh akuntan dan juga akan diawasi,” katanya. (W01)

SHARE