Menpora, Imam Nahrawi Tinjau Stadion Sarak Matua

0
856

Medan |Sumut24
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tiba di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin malam (25/4/2016). Tiba di Madina, Menpora langsung menuju Stadion Sarak Matua di Desa Aek Orsik, Kecamatan Panyabungan Utara.

Didampingi Anggota Komisi IX DPR RI Marwan Dasopang dan Deputi Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara, Menpora disambut ratusan masyarakat Madina. Oleh Bupati Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Menpora dihadiahi kain ulos khas Batak dan disuguhi musik Gordang Sembilan khas Madina. Menpora mengecek langsung pembangunan fisik tribun dan kondisi lapangan.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengatakan Menpora Adhyaksa Daud pernah datang ke Madina. “Stadion ini dibangun tahun 2005 tapi sampai sekarang masih terbengkalai. Semua sertifikat tanah stadion telah beres semua. Walau Madina baru 17 tahun berdiri, secara prestasi olahraga tidak kalah dengan kabupaten lain. Perenang yang sampai ke Olimpiade, Habib Nasution, adalah dari Madina. Atlet pencak silat juga banyak dari Madina,” kata Dahlan.

Meskipun Madina dikenal sebagai kabupaten yang mayoritas muslim, namun Madina dikenal sebagai daerah terbesar kedua penghasil ganja. “Itu aib bagi kami. Narkoba merajalela. Dari seluruh sekolah yang saya tes urine, tidak ada satu sekolah pun yang siswanya tidak terlibat narkoba. Saya mohon bantuan kepada Menpora, Pak Sakhyan, Pak Marwan Dasopang untuk ikut membantu mengatasi persoalan di Mandailing Natal,” lanjut Dahlan.

“Malam hari ini sejarah luar biasa bagi saya. Ini kali pertama saya ke Mandailing Natal. Sepanjang saya jadi Menpora, baru malam ini saya hadir di tengah-tengah stadion malam hari, berdiri di tengah-tengah stadion yang latar belakangnya belum siap. Semoga ini membawa berkah,” ujar Menpora dalam sambutannya.

Menpora berharap stadion nanti dapat menjadi sarana seluruh masyarakat untuk tidak hanya berolahraga, namun juga beraktivitas lain.

“Kebutuhan sarana olahraga di Indonesia sangat besar. APBN tidak cukup bila diandalkan. Jika anda berkunjung ke Palembang, ada kawasan sport center yang dibangun swasta dan lahannya disediakan pemerintah. Maka jaringan siapapun nanti cukup penting untuk menyukseskan stadion,” kata Menpora.

Terkait kegalauan Bupati Madina, Menpora juga menyatakan kegalauan yang sama. “Saya juga galau budaya Barat lebih diminati dari budaya kita sendiri. Maka gerakan moral, spiritual, dan batin agar mendapat pertolongan Allah sangat penting dilakukan,” ujar Menpora.

Untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba, Menpora menegaskan ketegasan hukum sangat fundamental. “Saat pertandingan Persib Bandung di GBK, tradisinya selalu dihadang Jakmania. Saya koordinasi dengan Kapolri untuk mengatasi potensi anarkisme. Karena itu, saat Persib kedua kalinya datang ke GBK dalam final Piala Bhayangkara, situasi aman. Hukum harus benar-benar menjadi panglima. Perasaan Pak Bupati adalah perasaan kita semua untuk kita pikul bersama,” lanjut Menpora dalam rilis Kemenpora.

Sebelum ke Madina, Menpora meninjau pembangunan stadion olahraga di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Senin sore (25/4/2016). Proses pembangunan stadion baru berupa pemasangan paku bumi, dan terletak di samping Gelanggang Olahraga (GOR) Paluta di Kecamatan Purba. (malaon)