Menjadikan Solok Bersinar, BNNK Solok Gelar Workshop Bahaya Narkoba dengan Sejumlah Wartawan

190

SOLOK | SUMUT24.co

BNN Kabupaten Solok gelar workshop dengan sejumlah awak media terkait bahaya narkoba di tengah masyarakat dan sekaligus program kegiatan BNNK tuk tahun 2022 yang mana BNNK Solok akan menjadikan Kabupaten Solok Bersinar (Bersih Narkoba) yang mana nantinya Kabupaten Solok menjadi Kabupaten Percontohan bagi daerah Lain.

Workshop tersebut berlangsung diD’Relazion Resto & Cafe kota Solok Kamis (18/11), selain workshop tersebut para wartawan dan wartawati yang mengikuti kegiatan di lakukan tes urine untuk mengukur penggunaan nakotin di tubuh jurnalis karna jurnalis nantinya akan di jadikan salah satu penggiat untuk memerangi Narkoba di Kabupaten Solok.

Acara dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Solok, AKBP Saifuddin Anshori, S.I.K, Kasi P2M, David HS Sihotang, A.KS dan personil BNN Kabupaten Solok. Selain itu juga hadir Tim narasumber dari Rehabilitasi Sosial Nurani Insani Kayuaro dan puluhan awak media.

Kepala BNN Kabupaten Solok AKBP Saifuddin Anshori, dalam paparannya menyampaikan bahwa Indonesia termasuk daerah Darurat Narkoba, dan tidak ada daerah di Indonesia yang bebas narkoba.

“Oleh Karena itu, Narkoba harus di berantas sejak dini dan itu butuh kerjasama dari semua pihak, termasuk dari rekan-rekan media. Dan sangat mustahil pemberantasan ini bisa di lakukan oleh satu instansi atau pemerintah saja,” ujar AKBP Saifuddin Anshori.

Di Kabupaten Solok, BNNK Solok telah membentuk ‘Nagari Bersinar’ yang mana seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, bisa ikut berperan aktif menyelamatkan generasi muda, dari penyalahangunaan narkoba tersebut.

AKBP Saifuddin Anshor, juga mengimbau seluruh masyarakat dan media agar tidak takut untuk melaporkan kepada aparat kepolisian dan BNNK Solok, jika mendapatkan informasi atau melihat ada kegiatan penyalahgunaan narkoba di lingkungan.

Dengan menggandeng media, diharapkan penekanan terhadap narkoba bisa semakin diredam.

“Media itu pekerjaan sangat mulia dan secara tidak kita sadari, media adalah guru di tengah masyarakat. Sebab tugasnya sangat besar dalam membentuk opini masyarakat,” tambah
AKBP Saifuddin Anshori.

Sebelumnya AKBP Saifuddin Anshori, juga sudah melounching program Solok Bersih Narkoba (Bersinar) bersama Pemkab Solok. Selain itu, BNNK Solok juga terus gencar melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Program “Sonar” atau Solok Bersinar yang dilauncing merupakan salah satu visi BNN Kabupaten Solok, untuk mendukung visi dari Pemerintah Kabupaten Solok mambangkik batang tarandam, menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat. Sebab tugas BNNK adalah melakukan upaya pencegahan dan rehabilitasi terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Saat ini belum ada kota/kabupaten yang melaunching program bersinar, kecuali Kabupaten Solok.

Progam Sonar ini bukan hanya di Sumatera Barat saja, melainkan pilot projectnya Indonesia. Semoga dengan kekuatan kita bersama 74 Nagari yang ada di Kabupaten Solok akan kita bersinarkan (bersih dari narkoba) semuanya” papar AKBP Saifuddin Anshori.

Demi kelanjutan dan mendukung program tersebut, BNN Kabupaten Solok sengaja mengundang beberapa awak media di Kabupaten Solok dan Kota Solok guna memberikan pencerahan.

Selain itu, AKBP Saifuddin juga mengajak rekan-rekan media untuk menjadi pelopor dan penggiat anti narkoba.

Pada kesempatan itu, BNN Kabupaten juga menggelar test urine gratis kepada seluruh awak media yang hadir dan seluruh hasilnya negatif.

Sedangkan Kasi P2M, David HS Sihotang, A.KS, juga menyebutkan bahwa sosialisasi bahaya narkoba di Kabupaten Solok tetap dilakukan, meski saat ini BNNK sangat terkendala masalah anggaran. Pihaknya sangat berharap, agar Pemda Kab Solok bisa bersinergis dengan BNNK Solok, untuk menimalisir bahaya Narkoba di tengah masyarakat.

“Kalau pecandu narkoba dilaporkan kepada kita, pasti akan kita rehabilitasi. Namun kalau polisi yang menangkap, tentu mereka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jadi pilih yang mana?! Papar David.

Acara juga dilanjutkan dengan sosialisasi dari yayasan Rehabilirasi Sosial Nurani Insani dan juga sesi tanya jawab dan diakhiri makan siang bersama .(Eli)