Menantang Maut Demi Sekolah, Para Pelajar Merayap di sisa Jembatan Ambruk

100
PALAS | SUMUT24
Ratusan pelajar dari Desa Sabahotang , Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) , harus berjibaku merayap disisa jembatan yang ambruk agar dapat menyeberangi ke tetangga Desa Sigorbus Julu, untuk berangkat sekolah. Mereka terpaksa nekat melawan maut demi sekolah.
Para pelajar  terpaksa melakukan itu karena jembatan yang menghubungkan Desa Sabahotang -Desa Sigorbus Julu ambruk tersapu banjir sungai Barumun
Kepala Desa Sabahotang Abi Jumroh  mengatakan, para pelajar asal desa ini ,nekat berjibaku demi  dengan merayap disisa puing jembatan yang ambruk  Demikian pula kalau para siswa pulang sekolah harus juga menyeberang melawan rintangan di jembatan ambruk agar sampai kedesa .
“Para siswa dengan berhati -hati merayap disisa jembatan ambruk ,agar tidak terpeleset yang berakibat terjatuh kedalam sungai yang sedang meluap,”katanya ,Rabu (4/12)
Seorang siswa, U .Nasution  (15) bersama teman-temannya menuturkan, mereka nekat merayap disisa jembatan ambruk untuk  berangkat dan pulang sekolah agar dapat menyeberang. kalau nekat lewat dari jembatan ambruk.sepanjang 145 meter ini ,tentu   bisa pergi   ke sekolah.
“Kami yang menyeberangi melalui jembatan ambruk harus dibantu orang tua . Karena ada perasaan khawatir , takut tergelincir dan jatuh kesungai yang saat ini sedang  banjir,ungkap Nasution diamini teman temannya .
Kami sebagai pelajar minta kepada Pemerintah daerah dan DPRD Palas ,untuk segara melakukan perbaikan jembatan yang ambruk agar kami bisa bersekolah dengan aman,” pinta para pelajar SMA dan SMP yang baru selesai merayap disisa jembatan ambruk Sabahotang .
Salah seorang orang tua murid ,Hasan  mengungkapkan, kondisi ini cukup menyulitkan warga dan pelajar untuk beraktivitas kesekolah dan lainnya karena akses utama keluar masuk kedesa hanya melalui jembatan.
“Pihak pemerintah daerah dan DPRD ,sudah meninjau jembatan gantung yang ambruk  Semoga pemerintah memperhatikan nasib  warga, dan pelajar dari desa ini ,” harapnya.
Sementara warga lainnya  Jhoni  (50), mengaku , dengan peristiwa bencana alam ini ,warga setempat menjadi terisolir karena tidak dapat keluar dari desa .
“Ambruknya jembatan gantung karena pondasi penyangga jembatan roboh akibat tidak kuat menahan derasnya arus sungai . Jadi kami warga Desa Sabahotang mengharapkan perhatian pemerintah secara  serius  untuk penanganan perbaikan  akses  infrastruktur jalan sebagai lalulintas warga keluar masuk ke desa,”  pungkasnya(RAS)
Loading...